Suara.com - Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto mengkritik cara-cara aparat kepolisian yang menyusupkan anggotanya untuk memprovokasi massa yang berunjuk rasa menolak Omnimbus Law Undang-undang Cipta Kerja di berbagai daerah. Cara kepolisian yang memprovokasi massa agar terjadi kerusuhan dalam penanganan aksi demonstrasi merupakan cara-cara aparat era pemerintahan otoriter orde baru.
Hal itu disampaikan Bambang merespon video viral tentang anggota Brimob di Jambi yang menyamar sebagai mahasiswa dan menyusup di tengah-tengah aksi demo untuk memprovokasi massa agar rusuh.
"Bila melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat itu sudah jadi etos semua anggota polisi. Tidak ada itu upaya-upaya memprovokasi massa dengan menyusup ke dalam aksi, cara-cara seperti itu sih sudah biasa di era orde baru, kok sekarang masih dilakukan," kata Bambang kepada Suara.com, Rabu (21/10/2020).
Menurutnya, kekinian personel kepolisian banyak yang tak paham tugas pokok dan fungsi atau tupoksinya sesuai UU nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian. Jika hal itu dipahami oleh setiap anggota polri, maka kata dia, aparat justru mengayomi dan melayani masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
"Peran Intelkam di kepolisian itu dalam rangka mengamankan, bukan memprovokasi seperti dalam strategi kontra intelejen," ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang minta kepolisian agar lebih profesional dan tidak melakukan cara-cara era orde baru dalam penanganan aksi massa.
"Sosial masyarakat sudah berubah, kontrol masyarakat juga makin kuat. Tak bisa lagi menutup-nutupi keburukan seperti di zaman dulu dengan menutup akses informasi maupun media," jelasnya.
Polisi Pukul Polisi
Sebelumnya, seorang perwira polisi disinyalir menyamar sebagai mahasiswa ditangkap dan dipiting oleh polisi berpakaian preman di tengah-tengah aksi demonstrasi. Peristiwa tersebut terekam kamera hingga videonya viral di jejaring media sosial.
Baca Juga: Malam Jumat Ular Masuk Keraton Jogja dan 4 Berita Top SuaraJogja Lainnya
Video berdurasi 2 menit 6 detik itu salah satunya diunggah oleh akun Twitter @Wongso_Soebali pada Selasa (20/10/2020) sekira pukul 22.05 WIB. Sejak diunggah, video itu kekinian telah diretweet lebih dari 450 kali dan disukai 741 kali.
"Pura-pura jadi mahasiswa, terus pura-pura ditangkap. Ternyata Perwira Polisi yang menyamar supaya ada berita penangkapan, eeehhh ternyata kena bogem dari shabara* @212ThePowerOff1 @ustadtengkuzul @ILCtv1 @ResttyCayah @M_Asmara1701 @HukumDan @tempodotco," kicau @Wongso_Soebali seperti dikutip suara.com, Rabu (21/10/2020).
Dalam video tersebut terlihat awalnya anggota polisi berpakaian preman tengah mengamankan demonstran berpakaian almamater hijau. Pria berpakaian almamater itu dipiting, dipukul seraya digelandang.
Tiba-tiba, seorang anggota polisi berseragam diduga dari personel Sabhara turut melakukan pemukulan dan diduga mengenai salah satu anggota polisi berpakaian preman. Polisi berpakaian preman itu pun sempat membalas pukulan kepada personel Sabhara tersebut.
Bahkan, salah satu rekan polisi berpakaian preman juga sempat tersulut emosi ikut memukul personel Sabhara tersebut.
"Perwiraku itu, Brimob itu," teriaknya.
Berita Terkait
-
Kampung Bahari Digerebek Berulang, Mengapa Jaringan Narkoba Tak Kunjung Hilang?
-
Pengamat: Jika Polri Terus Bungkam, Publik Bisa Menganggap Kasus Jampidsus Sebagai Balas Dendam
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur
-
Tragedi Tual Jadi Alarm Keras: Brimob Didorong Kembali ke 'Khitah' High-Risk, Bukan Keamanan Rutin
-
Pengamat Desak Kapolri Evaluasi Jabatan Krishna Murti Usai Isu Perselingkuhan Mencuat
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!
-
Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung
-
Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru
-
Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek
-
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
-
Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya
-
Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21