Suara.com - Beredar di media sosial, klaim yang mengatakan bahwa ada salah satu jenazah covid-19 yang dikubur saat masih memakai daster dan tidak sesuai dengan syariat fardhu kifayah Islam.
Klaim tersebut diunggah dalam halaman blog pribadi Facebook Viral-in-Donesia. Akun itu mengunggah foto jenazah di dalam peti yang sudah dimasukkan ke liang lahat.
Berikut narasi yang dibagikan:
"Seorang Ibu awalnya segar bugar. Sekedar ingin cek kesehatan apakah terkena virus atau tidak. Tapi justru setelah melewati tes kesehatan selama 10 hari di ruang isolasi meninggal dan jadi pasien positif COVID 19 DI RSUD Sembiring Medan. Di kuburkan di pekuburan SukaMaju stm sesuai protokol kesehatan. Ternyata ketika di kuburkan, Alloh memperlihatkan bukti rekayasa kebohongan Virus Corona. dengan cara peti Jenazah tidak muat ketika hendak di masukan kedalam kubur. pihak keluarga awalnya hanya boleh melihat dari jauh, kemudian mendekati paksa dan mencoba membuka peti. dan ternyata si mayat yg di kuburkan oleh pihak RSUD seperti binatang masing menunggunakan daster????? (tidak sesuai Dengan syariat fardhu kifayah Islam)
SC: KELUARGA CEMANA
SHARE SUPAYA BANYAK YG TAU!
Lantas benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelurusan Turnbackhoax.id -- Jaringan Suara.com, klaim yang mengatakan bahwa jenazah Covid-19 tersebut dikuburkan saat memakai daster dan tanpa syariat Islam adalah klaim yang keliru.
Faktanya, jenazah telah dimandikan oleh pihak rumah sakit Sembiring, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Medan, sebelum dikafani dan dimasukkan ke peti.
Bantahan terkait jenazah yang masih menggunakan daster saat dikebumikan dan keluarga beranggapan bahwa jenazah belum dimandikan sudah diperiksa faktanya oleh Mafindo.
Baca Juga: Kata Kemenkes Soal Perbedaan Data Kasus Covid-19 di Pusat dan Daerah
Dilansir dari IDN Times, jenazah perempuan tersebut dikuburkan dengan protokol Covid-19 di Pemakaman Suka Maju, Jalan STM Medan, Sumatera Utara. Tapi masalah muncul saat pemakaman, di mana peti jenazah tidak muat masuk ke liang lahat. Akhirnya, keluarga membuka peti dan melihat jenazah perempuan itu masih menggunakan daster dibalik kain kafan.
"Waktu proses pemakaman awalm tidak ada masalah. Tapi info yang diterima dari keluarga, petinya tidak muat. Lalu, oleh keluarga, petinya dibongkar sehingga nampaklah jenazah yang masih berdaster itu," ungkapnya.
Keluarga pun menuding rumah sakit belum memandikan jenazah Covid-19 itu. Namun, Harry menyebut rumah sakit telah memastikan jenazah sudah dimandikan sebelum dikafani dan dimasukkan ke dalam peti.
""Saya tanya petugas itu, 'ini bagaimana jenazah? Apakah sudah dimandikan atau bagaimana' Jawaban dari petugas RSU Sembiring, 'Pak, sudah kita mandikan. Saya langsung yang mandikan, demi Allah," ujar Harry.
Harry menyebutkan bahwa pihaknya telah berupaya untuk mengadakan mediasi antara pihak keluarga dengan rumah sakit yang terlibat keributan. Akhrnya pemakaman pun dilanjutkan dengan protokol Covid-19.
Dikutip dari Detik.com, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah, turut memberikan penjelasan soal protokol pengurusan jenazah pasien terkait Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang
-
Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China