Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) baru saja meluncurkan Proyek I am Safe: Inclusive Access to Multi-sectoral Services and Assistance for Everyone.
Proyek ini adalah hasil kerja sama dengan Human & Inclusion (HI) untuk meningkatkan perluasan sistem perlindungan sosial dan rehabilitas sosial bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyambut baik kerja sama ini. Ia mengatakan, ada kompleksitas pada penyelenggaraan pelayanan publik dan pemerintah memiliki keterbatasan. Pada konteks ini, peran aktor-aktor non pemerintah seperti HI akan sangat signifikan dan diperlukan.
“Oleh karena itu, kami menyambut baik peluncuran program I am Safe sebagai bagian dari program prioritas dari nota kesepahaman Kemensos RI-HI untuk periode 2018-2021,” kata Mensos Juliari di Jakarta (21/10/2020).
Kepala Biro Perencanaan Kemensos RI Adhy Karyono menyatakan, dukungan ini sejalan dengan arah Mensos Juliari sejak Maret 2020 di fase awal pendemi tentang perlunya mendorong mitra pembangunan asing baik bilateral, multilateral dan non pemerintah mendukung Indonesia untuk penanganan Covid-19.
Menurut dia, situasi pandemik menuntut modifikasi sistem kebijakan perencanaan dan penganggaran program secara cepat dan inovatif. Pemerintah cepat merespon dengan membentuk Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Respon cepat pemerintah membentuk Satgas Covid-19 dan PEN menunjukkan pemerintah serius. Namun tetap hati-hati memobilisasi semua sumber daya untuk perlindungan dan mempercepat pemulihan ekonomi,” kata Adhy, dalam peluncuran Proyek I am Safe: Inclusive Access to Multi-sectoral Services and Assistance for Everyone, di Jakarta hari ini.
Pemerintah menganggarkan Rp695,2 triliun (47,9 miliar dolar AS) dari APBN, Rp78,2 triliun (5,3 miliar dolar AS) dari APBD, serta Rp31,8 triliun (2,19 miliar dolar AS) Dana Desa sebagai Covid-19 Response Fund pada tahun ini dari pusat dan daerah.
“Disadari pemerintah ini tidak bisa bekerja berdiri, melainkan perlu menggandeng berbagai pihak terkait lainnya,” kata Adhy.
Baca Juga: Selama Pandemi, Kemensos akan Perluas Target Penerima Manfaat
Pada titik ini semua sepakat ada kompleksitas atas penyelenggaraan pelayanan publik dan pemerintah memiliki keterbatasan, sehingga peran aktor-aktor non pemerintah seperti HI sangat signifikan dan diperlukan.
“Ke depan, Indonesia bakal melewati tahun-tahun panjang untuk pemulihan ekonomi dan rehabilitasi sosial pasca pandemik berakhir,” kata Adhy.
Kebijakan perluasan sistem perlindungan sosial dan rehabilitas sosial bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
“Menjadikan sistem lebih responsif terhadap krisis di masa depan akan menjadi komponen penting dari fase pemulihan dan membangun ketahanan masyarakat,” kata Adhy.
Tepat satu dekade kerja sama dengan HI dan selama menjadi mitra pembangunan strategis di bidang rehabilitasi sosial penyandang disabilitas serta kelompok rentan lainnya di Indonesia.
“Melalui berbagai program perluasan akses dan advokasi pemenuhan hak untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya,” katanya.
Berita Terkait
-
Raturan Warga Pontianak Antre Ambil Bantuan Tunai Rp 600 Ribu di Kantor Pos
-
Di Masa Covid-19, Pemerintah Berupaya Tekan Peningkatan Angka Kemiskinan
-
Optimisme Jadi Syarat agar Indonesia Keluar dari Krisis Pandemi Covid-19
-
Selama Pandemi, Kemensos akan Perluas Target Penerima Manfaat
-
Mensos Bagikan Bantuan Sosial Tunai ke Buruh Pasir di Bali
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
-
Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?
-
Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya
-
4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump
-
Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia
-
Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
-
BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan
-
Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?