Suara.com - Seorang politisi di Kota Gaya, Negara Bagian Bihar, India ditahan setelah menunggangi seekor kerbau ketika kampanye.
Menyadur Hindustan Times, Kamis (21/1/2020) Mohammad Parvez Mansoori, seorang kandidat dari partai Majelis Ulama Rashtriya dari Kota Gaya pada hari Senin menunggangi seekor kerbau saat berkampanye di daerahnya.
Namun setelah sampai di sebuah jalan di Swarajpuri, Gandhi Maidan, calon kandidat majelis tersebut ditahan oleh polisi.
Petugas menangkapnya dan mengajukan kasus berdasarkan pasal 269 (tindakan lalai yang kemungkinan besar akan menyebarkan infeksi penyakit yang berbahaya bagi kehidupan), pasal 270 dan Pasal Kekejaman terhadap Hewan.
Politisi berusia 45 tahun tersebut mengatakan dia ingin menunjukkan cermin kepada masyarakat karena Gaya adalah salah satu kota terkotor di Bihar.
Dikutip dari Gulf News, Mansoori mengatakan alasannya menunggangi seekor kerbau karena dia tidak mampu menyewa mobil untuk berkampanye.
"Saya tidak punya uang untuk menyewa mobil untuk meluncurkan kampanye jajak pendapat. Saya hanya punya kerbau atas nama properti dan karena itu saya memutuskan untuk berkampanye tentang kerbau," katanya kepada media.
Dia berjanji untuk membuat Kota Gaya, tempat suci bagi umat Hindu dan Buddha, bebas dari polusi jika dia berhasil memenangkan pemilihan.
Mansoori menuduh kandidat dari partai NDA, Prem Kumar, yang telah menjadi walikota selama 30 tahun dan Mohan Srivasatava yang juga telah menjadi wakil walikota Gaya selama 15 tahun gagal memajukan kota tersebut.
Baca Juga: Tenggak Minuman Keras Berasa Sabun, Lima Orang Meninggal Dunia
Pengawas senior polisi Kota Gaya, Rajiv Mishra, mengatakan bahwa laporan terhadap Mansoori dan pendukungnya telah diajukan.
"Itu adalah pelanggaran mencolok dari Undang-Undang Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan. Polisi akan menyelidiki dan melanjutkan penyelidikan mengenai kasus tersebut," katanya.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Bihar menyarankan kepada partai politik untuk tidak melibatkan hewan saat berkampanye.
"Bahkan sebuah partai, yang memakai simbol seekor hewan, tidak boleh membuat demonstrasi langsung tentang hewan itu dalam kampanye pemilihan partai atau kandidatnya," kata seorang pejabat KPU.
Namun, banyak kandidat menunggangi kerbau untuk menuju kantor KPU untuk mengajukan surat pencalonan mereka atau berkampanye kali ini.
Banyak yang mengatakan para kandidat menunggangi kerbau untuk menarik perhatian para pemilih yang tidak tertarik dengan proses pemungutan suara yang dilakukan pada saat pandemi Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi
-
100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak
-
Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek
-
Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan
-
DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah
-
Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat
-
Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan