Suara.com - Dewan Kepercayaan Muslim Prancis (CFCM) buka suara setelah Presiden Emmanuel Macron mendapat kecaman dari dunia terkait komentarnya yang dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad.
Macron mengundang kontroversi karena komentarnya pasca pemenggalan guru sejarah pada 16 Oktober lalu. Dia menilai Islam adalah agama yang tengah mengalami krisis di seluruh dunia.
Kepala Dewan Kepercayaan Muslim Prancis, Mohammed Moussaoui, meyakini pemerintah Prancis tidak mengucilkan Islam. Kaum muslim juga disebut mereka tak ada yang dianiyaya.
"Prancis adalah sebuah negara besar di mana Muslim tidak dianiaya," kata Mohammed Moussaoui dikutip dari Le Parisien, Selasa (27/10/2020).
"Mereka dengan bebas membangun masjid mereka dan dengan bebas menjalankan ibadah mereka."
Emmanuel Macron telah berjanji akan memerangi kelompok Islam radikal pasca pemenggalan guru sejarah oleh remaja berusia 18 tahun bernama Abdullah Anzorov.
Abdullah Anzorov memenggal Samuel Paty setelah guru sejarah itu menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam diskusi kelas tentang kebebasan berbicara.
Insiden itu membuat publik Prancis geram dan unjuk rasa mendukung Samuel Paty pun menggema di berbagai wilayah Prancis.
Macron yang mendatangi lokasi pembunuhan di luar sekolah menengah Bouis-d'Aulne, langsung mendekralasikan 'perang' terhadap Islam radikal.
Baca Juga: Geger Kabar Pogba Pensiun dari Timnas usai Agamanya Dihina Presiden Prancis
"Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini, kami tidak hanya melihat ini di negara kami," kata Macron beberapa waktu lalu.
Komentar Macron yang dinilai menyudutkan kaum Muslim dan menglorifikasi Islamofobia menuai protes dari negara-negara mayoritas Muslim.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritik keras terhadap sikap Presiden Prancis dan menganggap Macron butuh perawatan mental.
Apa masalah orang bernama Macron ini dengan Muslim dan Islam?” kata Erdogan dalam pidatonya di kongres provinsi Partai AK-nya di kota Kayseri Turki tengah, dikutip Al Jazeera, Sabtu (24/10/2020).
"Macron membutuhkan perawatan pada tingkat mental," tambahnya.
Kepala Dewan Kepercayaan Muslim Prancis, Mohammed Moussaoui mendesak warga Muslim Prancis untuk membela Tanah Air mereka alih-alih mendukung kecaman kepada Macron.
"Kami tahu bahwa para penggagas kampanye ini mengatakan mereka membela Islam dan Muslim Prancis, kami mendesak mereka untuk bersikap masuk akal," beber Moussaoui.
"Semua kampanye kotor melawan Prancis kontraproduktif dan menciptakan perpecahan," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
-
5 Hits Bola: Kaya Raya, Georgina Rodriguez Masih Sering Diejek Penjaga Toko
-
Disebut Pensiun dari Timnas usai Agamanya Dihina, Pogba: Berita Palsu!
-
Menlu Iran Geram, Sebut Menghina Muslim Pemicu Ekstremisme
-
Kasus Covid-19 Meningkat Cepat Dalam Seminggu, Prancis Kewalahan
-
Gegara Bicara Pakai Bahasa Arab di Prancis, Kakak - Adik Diserang
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata
-
Angkat Tema Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat, PLN Journalist Awards 2025 Apresiasi 18 Karya
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!