Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pengalamannya saat memiliki sertifikat tanah di usia 35 tahun. Saat itu, Jokowi mengaku senang.
"Saya ingat saat saya pertama kali mendapat sertifikat umur kira-kira 35 taun saya sudah pegang sertifikat senang sekali," ujar Jokowi saat menyerahkan 20.087 sertifikat tanah di Stadion Simangaronsang, Doloksanggul, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2020).
Jokowi kemudian menayakan apakah ada penerima sertifikat yang tidak senang. Jokowi mempersilakan penerima sertifikat untuk maju ke atas panggung.
Bahkan ia akan memberinya sepeda jika ada penerima yang tak senang mendapatkan sertifikat
"Bapak ibu senang nggak ini dapat sertifikat? ada yang nggak senang silahkan maju, saya beri sepeda yang enggak seneng, kita senang," tutur dia.
Kepala Negara menuturkan, dengan kepemilikan sertifikat tanah masyarakat dapat mengakses permodalan di perbankan.
Jokowi menyebut pinjaman yang didapat bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
"Kita nanti bisa gunakan untuk akses ke perbankan, ini bisa di sekolahkan ke bank kalau ingin dipakai untuk modal kerja usaha, bisa dipakai ini. Kalau tanahnya luas mungkin bisa mendapatkan pinjaman ratusan juta bisa kalau tanahnya kecil bisa puluhan juta. Tapi dengan sertifikat ini kita bisa mengakses permodalan ke perbankan," ucap Jokowi.
Kendati demikian, Kepala Negara meminta agar masyarakat berhati-hati menggunakan uang pinjaman dari bank.
Baca Juga: Setelah Membakar Kerabat Jokowi, Eko Dijemput Pria Berinisial S
Ia mengingatkan agar uang permodalan dari bank tidak digunakan untuk membeli barang konsumtif seperti motor, namun digunakan untuk usaha.
"Jangan dipakai untuk beli mobil, jangan dipakai untuk beli sepeda motor gunakan semuanya untuk modal usaha modal investasi," tutur Jokowi.
Menurutnya tidak mudah memegang sertifikat tanah. Karenanya harus dipergunakan untuk keperluan produktif.
"Karena ini hati-hati untuk megang barang ini nggak mudah ini hak hukum atas tanah yang kita miliki. Sekali lagi selamat atas diterimanya sertifikat ini oleh bapa ibu, simpan baik baik gunakan untuk keperluan-keperluan ya memang produktif," katanya.
Berita Terkait
-
Setelah Membakar Kerabat Jokowi, Eko Dijemput Pria Berinisial S
-
Marak Aksi Begal Sepeda, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus
-
Pelaku Masih Berkeliaran! Kronologi Perwira Marinir Dibegal di Dekat Istana
-
Tinjau Food Estate di Sumut, Jokowi: Hasilnya Terlihat 2,5 Bulan Lagi
-
Presiden Jokowi Sebut Lumbung Pangan di Sumut Jadi Percontohan
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'