News / Nasional
Senin, 02 November 2020 | 17:17 WIB
Viral Oknum Rombongan Moge Harley Davidson Keroyok Anggota TNI di Bukittinggi (Instagram/Ndorobeii).

"Hormati pengguna jalan lain taati peraturan, kalau memang lampu merah berhenti," kata Satake.

Bukan tempat orang petentang-petenteng

Sejumlah anggota DPR menaruh perhatian pada kasus tersebut. Mereka menekankan bahwa Indonesia merupakan negara hukum.

"Ini negara hukum, bukan tempat untuk orang petanteng-petenteng sewenang-wenang terhadap orang lain," kata anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Christina Aryani kepada Novian Ardiansyah, jurnalis Suara.com.

Polisi Bukit Tinggi mendapatkan dukungan anggota dewan untuk memproses siapapun pelanggar hukum supaya di masa mendatang jangan terulang lagi.

Demikian juga anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin, dia menilai anggota klub moge tersebut berlaku arogan di jalan raya.

"Arogan itu sifat yang tidak terpuji apalagi di jalan raya. Siapapun yang melakukan pemukulan atau tindakan kekerasan adalah tindak pidana yang wajib diproses secara hukum, jangan melihat siapapun bekingnya," kata Hasanuddin.

"Kalau anggota kelompok moge yang notebene berasal dari kalangan menengah ke atas bertindak arogan, apa bedanya dengan geng motor. Jadilah pengguna jalan yang baik," purnawirawan mayor jenderal TNI itu menambahkan.

Purnawirawan jenderal didesak minta maaf

Baca Juga: HOG Siliwangi Chapter Bandung Bantah Djamari Chaniago Ketua Rombongan

Seorang mantan jenderal bintang tiga disebut Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane menjadi tokoh klub moge itu didesak minta maaf kepada masyarakat, terutama kepada kedua tentara, atas peristiwa di Bukit Tinggi.

"Sikap D yang arogan itu tidak pantas ditiru dan akan membuat dirinya dicibir oleh masyarakat luas, yang pada akhirnya akan merugikan dirinya sebagai pensiunan yang seharusnya dihormati publik," kata Neta S. Pane dalam laporan Suara.com sebelumnya (Hops).

"Jika pengendara moge bersikap ugal-ugalan seperti geng motor, bukan mustahil masyarakat akan memberi perlawanan kepada mereka, dan pengendara moge akan menjadi musuh masyarakat di jalanan," Neta menambahkan.

Menurut pendapat anggota Komisi I DPR dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha klub moge tersebut bersikap arogan karena merasa ada orang kuat yang melindungi.

"Mungkin klub moge tersebut berani melakukan disebabkan di tengah mereka terdapat jenderal purnawirawan bintang tiga yang menjadi pembinanya," kata Syaifullah kepada wartawan pada Minggu (1/11/2020).

Tetapi Tamliha menegaskan negeri ini negeri hukum, jadi tidak ada yang kebal, "termasuk oknum purnawirawan TNI yang memiliki empat bintang sekalipun."

Tetapi HOG Siliwangi Chapter Bandung melalui juru bicara Epriyanto membantah berita yang menyebutkan seorang purnawirawan jenderal D menjadi ketua konvoi. Tetapi dia tidak membantah purnawirawan tersebut ikut dalam kegiatan touring menuju Sabang. 

"Saya ingin meluruskan bahwa tidak demikian adanya, beliau sebagai pecinta motor dan beliau juga sudah sepuh, bukan berarti beliau sebagai ketua rombongan, jika beliau berada dalam satu kegiatan touring tersebut memang benar, tapi bukan sebagai ketua rombongan, saya kira, kita semua harus bijaksana dalam memberikan statement. Dan kita semua juga harus sama-sama menghormati hukum yang saat ini sedang dilakukan oleh Polri dalam hal ini polres setempat," kata dia.

HOG merupakan organisasi yang memiliki anggota yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat. 

"Ini kan organisasi hobi, siapa pun bisa menjadi anggota, tidak terkecuali para petinggi TNI maupun Polri. Namun yang perlu dicatat adalah, dengan bergabungnya mereka bukan berarti mereka menjadi backing atau ketua," kata dia.

HOG Siliwangi Chapter Bandung minta maaf

HOG Siliwangi Chapter Bandung meminta maaf kepada masyarakat, khususnya kepada anggota TNI yang menjadi korban pemukulan di Bukit Tinggi.

Mereka juga meminta maaf kepada seluruh anggota TNI, khususnya Kodim setempat.

Selain itu, komunitas tersebut juga berencana menemui para korban serta datang ke kodim. "Kita ada rencana untuk mendatangi seluruh korban dan juga institusinya, namun tentunya kita menunggu agar situasinya mereda dan juga proses hukumnya berjalan," kata dia.

Melalui keterangan resmi, mereka berjanji untuk menghormati proses hukum yang berlaku.

"Demikian rekan-rekan semua, seluruh permohonan maaf dari kami HOG SBC, dan sekali lagi kami tekankan bahwa kami taat hukum seperti yang tadi disampaikan," katanya.

Load More