- Direktur Netgrit, Hadar Nafis Gumay, menyatakan pemilihan kepala daerah melalui DPRD dianggap tidak relevan untuk perbaikan demokrasi.
- Penggantian Pilkada langsung dengan mekanisme DPRD dinilai merupakan kemunduran signifikan dan merugikan hak suara masyarakat.
- Hadar menduga usulan ini didorong kepentingan partai politik, berpotensi menimbulkan konflik politik karena kepala daerah berpihak pada DPRD.
Suara.com - Direktur Eksekutif Netgrit, Hadar Nafis Gumay, menegaskan gagasan pemilihan kepala daerah melalui DPRD sudah tidak relevan. Kecuali, memang ada kepentingan-kepentingan tertentu dari pihak penggagas.
"Kalau relevan untuk yang dimaksudkan oleh DPR atau partai-partai politik untuk mencari jalan lebih mudah, lebih gampang, mereka melaksanakan pemilihan kepala daerah ya relevan buat mereka," kata Hadar kepada Suara.com, Rabu (14/1/2026).
Tetapi bila bicara untuk perbaikan secara menyeluruh sebagaimana yang penggagas inginkan, Hadar menegaskan tidak relevan.
Sebab penghapusan Pilkada secara langsung dan digantikan oleh DPRD bukan memperbaiki, justru suatu kemunduran dan memperburuk.
Hadar menegaskan Pilkada lewat DPRD bukan jawaban atau solusi atas semua permasalahan yang ada dalam pelaksanaan Pilkada secara langsung.
Masyarakat, kata dia, juga tidak akan mendapatkan manfaat apanpun dari pelaksanaan Pilkada via DPRD, selain kehilangan hak suara dan kerugian lain dampak dari penghapusan Pilkada langsung.
"Jadi itu kerugian yang sangat besar," kata Hadar.
Hadar menduga gagasan itu disampaikan karena ada kepentingan partai politik untuk memilih kepala daerah yang notabene bagian dari mereka.
Kerugian bagi masyarakat karena kepala daerah hasil pilihan DPRD tentu akan condong kepada para dewan, bukan lagi kepada masyarakat.
Baca Juga: Pilkada Langsung vs Lewat DPRD: PKS Masih Kaji, Ajak Semua Pihak Bahas dengan Kepala Dingin
"Kepala daerah terpilih itu dia juga akan lebih merasa saya ini harus ikut dan merespons permintaan-permintaan DPRD bertanggung jawabnya ke DPRD mereka, nggak ke masyarakat," kata Hadar.
Selain itu, menurut Hadar, Pilkada via DPRD juga berpotensi mengancam stabilitas politik bila kepala daerah hasil pilihan DPRD tidak sesuai dengan kehendak rakyat.
"Itu bisa terjadi gejolak, gejolak politik yang mereka menolak karena itu hasil resmi pilihan DPRD kan. Mereka menolak ya bisa ribut karena ini terjadi salah satu faktor kenapa dulu Pilkada DPRD itu ditinggalkan diganti dengan (Pilkada) langsung salah satunya faktor ini juga," kata Hadar.
Berita Terkait
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Buruh Kembali Demo Besok: Dari Masalah Upah, Tolak Pilkada via DPRD Hingga Copot Wamenaker
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo
-
Pilkada Langsung vs Lewat DPRD: PKS Masih Kaji, Ajak Semua Pihak Bahas dengan Kepala Dingin
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat