Suara.com - Hubungan AS dan banyak sekutu lamanya di Eropa meregang sejak kepemimpinan Presiden Donald Trump. Banyak politisi Uni Eropa berharap, kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS dapat membalikkan keadaan.
Hubungan trans-Atlantik merenggang selama empat tahun terakhir sejak Donald Trump menjabat Presiden Amerika Serikat (AS).
Janis Emmanouilidis, Direktur Pusat Kebijakan Eropa, meyakini masih ada harapan untuk memperbaiki hubungan kemitraan Uni Eropa (UE) dengan AS, jika kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden menang dalam pemilihan presiden (pilpres) AS pada Selasa (03/11) besok.
"Tak ada satu pun yang naif, berpikir bahwa kami akan kembali ke suatu bentuk status quo ante. Anda tidak akan dapat mengembalikan waktu ke masa lalu yang indah. Jadi masih akan ada masalah dalam hubungan trans-Atlantik. Tetapi sehubungan dengan kepemimpinan Biden, ada harapan bahwa situasinya bisa membaik secara substansial," kata Emmanouilidis.
Dia menambahkan bahwa dirinya khawatir hubungan UE-AS akan semakin memburuk jika Biden tidak mampu menggulingkan Donald Trump dari Gedung Putih.
"Kemungkinan dia (Trump) akan memberikan lebih banyak tekanan pada Eropa dalam masa jabatan keduanya dibanding yang dia lakukan di masa jabatan pertama. Dia juga mengidentifikasi Eropa sebagai kejahatan yang lebih besar daripada pemain global lainnya," katanya kepada DW.
Kerja sama AS-UE dibutuhkan Reinhard Bütikofer, anggota Parlemen Eropa dengan Partai Hijau Eropa dan pakar kebijakan luar negeri, tidak terlalu memikirkan pernyataan geopolitik Trump.
"Ketika kami mendengar bahwa Presiden Trump mengatakan Uni Eropa adalah musuh, itu tidak membuat argumen dari Washington lebih kuat dalam diskusi publik Eropa," ujar Bütikofer.
Meski demikian, Bütikofer menilai masih banyak politisi di Washington dan Kongres AS - termasuk Partai Republik - yang sadar bahwa kerja sama dengan Eropa diperlukan untuk menghadapi Cina, Rusia, dan para pemain global lainnya.
Dia mengatakan terlepas dari siapa yang menang pada 3 November, UE-AS harus berinvestasi dalam urusan kerja sama.
Penurunan kepercayaan trans-Atlantik Sebuah studi yang dilakukan musim panas ini oleh Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, menunjukkan bahwa orang Eropa telah kehilangan kepercayaan pada AS, sekutu yang telah lama mereka hargai dan bekerja sama dengan erat.
"Kekacauan domestik" di AS terkait penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintahan Trump telah memberikan kontribusi signifikan terhadap persepsi negatif di Eropa.
Para peneliti di Dewan Eropa percaya bahwa sebagai presiden, Biden akan membuat hubungan kerja sama AS dengan Eropa kembali dekat.
Mereka juga mengatakan AS akan bergabung kembali dengan perjanjian perubahan iklim Paris 2015 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta memperkuat NATO, bahkan jika Partai Demokrat dan Republik terus mendesak Eropa untuk berkontribusi lebih banyak pada anggaran aliansi militer.
Banyak pendahulu Trump, termasuk Presiden Barack Obama, yang telah mendorong peningkatan anggaran pengeluaran militer.
Berita Terkait
-
Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia
-
Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz
-
Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan
-
Jalur Perdagangan Selat Hormuz Ditutup Donald Trump Membuat Posisi Diplomasi Iran Semakin Terjepit
-
China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel
-
Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta
-
Janji Prabowo Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia Usai Temui Carmen H2H di Seoul
-
Misteri Absennya Tim Hukum Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Sengaja Diulur?
-
Dasco: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini Banyak Terobosan, Jemaah Nyaman
-
Seskab Teddy: Cuma 5 Km dari Kantor Saya Ternyata Banyak Anak-anak Tidak Pernah Sekolah
-
6 Minggu 'Menghilang', Kemana Mojtaba Khamenei?
-
Bidik Status Sister City, Jakarta Bakal Contek Kecanggihan Teknologi Shenzhen
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?
-
IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget