Suara.com - Sekretariat Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim bersama sejumlah negara, Rabu (4/11/2020), mengeluarkan pernyataan yang berisi kekecewaan sekaligus menyesalkan terhadap pengunduran diri Amerika Serikat dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.
"UNFCCC bersama Chile, Italia, Inggris, dan Prancis mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tidak ada tanggung jawab yang lebih besar daripada melindungi planet dan orang-orang di dalamnya dari ancaman perubahan iklim, dan kembali menegaskan Perjanjian Paris menyediakan landasan kerja sama konkret untuk mengurangi dampak pemanasan global," kata juru bicara untuk Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, saat acara jumpa pers di Markas PBB di New York City, Amerika Serikat, seperti dipantau dari Jakarta pada Kamis (5/11/2020).
Amerika Serikat merupakan salah satu negara kunci yang menentukan keberhasilan usaha dunia mengendalikan dampak perubahan iklim dan pemanasan global.
Pasalnya, AS dan Cina berkontribusi terhadap 40 persen gas buangan/emisi dunia, yang berpengaruh terhadap tingginya suhu di lapisan ozon Bumi.
Lewat Perjanjian Paris, ratusan negara di dunia berupaya menjaga agar suhu Bumi tidak mencapai di atas 1,5-2 derajat Celsius.
AS dan Cina pada 1 April 2016 bersama-sama mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan keduanya akan menandatangani Perjanjian Paris saat pakta itu terbuka untuk ditandatangani pada 22 April 2016.
Namun, Presiden AS Donald Trump pada 1 Juni 2017 mengumumkan negaranya akan keluar dari Perjanjian Paris.
Perjanjian Paris mengatur bahwa pengunduran diri harus didahului oleh pemberitahuan resmi tiga tahun sebelumnya.
Meskipun resmi mengundurkan diri dari negara yang menandatangani Perjanjian Paris, AS tetap jadi anggota UNFCCC, kata Sekretaris Eksekutif UNFCCC, Patricia Espinosa, sebagaimana dikutip Reuters.
Baca Juga: PBB Bantah Tuduhan AS Ambil Kesempatan dalam Kesempitan di Tengah Pandemi
"UNFCCC siap membantu AS jika nantinya ingin bergabung kembali dalam Perjanjian Paris," kata Espinosa.
Sementara itu, UNFCCC lewat pernyataan resminya bersama Chile, Prancis, Italia, dan Inggris mengumumkan bahwa dunia akan memperingati lima tahun Perjanjian Paris pada 12 Desember.
"Kita harus memastikan pakta itu diimplementasikan secara menyeluruh. Kami menyesalkan bahwa pengunduran resmi AS dari Perjanjian Paris resmi berlaku hari ini (4/11)," kata UNFCCC lewat pernyataan tertulis.
Walaupun demikian, UNFCCC dan negara-negara anggota tetap berkomitmen membangun kerja sama dengan para pemangku kepentingan di AS untuk mengendalikan dampak perubahan iklim serta pemanasan global, kata lembaga itu dalam pernyataan yang sama. [Reuters/Antara]
Berita Terkait
-
PBB Sebut Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla oleh Israel Tabrak Hukum Internasional
-
Garis Pertahanan Terakhir Gagal? Batas 1,5C Akan Terlampaui, Krisis Iklim Makin Gawat
-
PBB Beberkan Data Mengerikan Serangan Israel, Tiap 8 Menit Jatuhkan Satu Bom di Gaza
-
Hutang Emisi Carbon Kendaraan, Indonesia Butuh Grand Design Net Zero Emission Vehicle pada RPJMN 2025-2029
-
Kritik Pelaksanaan G20, Walhi Jakarta Pasang Spanduk Sindiran di JPO Pinisi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
Terkini
-
5 Merek Sepatu Sekolah Paling Awet untuk Remaja, Mulai Rp100 Ribuan
-
Bos BCA Titip Pesan Buat Calon Gubernur Bank Indonesia Baru, Apa Isinya?
-
Tak Perlu Takut! Umrah Mandiri Bareng Keluarga Tak Bisa Dipidana
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis
-
Apa Pelembap Bisa Mengencangkan Kulit Kendur? Ini 3 Rekomendasi untuk Usia 50 Tahun
-
Bobotoh Bikin Terharu, Mariano Peralta Siap Beri Segalanya untuk Persib
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Putus Peran Tengkulak, Kopdes Bakal Jadi Penampung Tangkapan Nelayan
-
Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia