Suara.com - Sosok guru inspiratif seringkali diangkat saat peringatan Hari Guru Nasional (HGN). Begitu pula dengan peringatan HGN tahun 2020 ini.
Hikmat, seorang guru penyandang disabilitas, memiliki kisahnya sendiri sebagai pendidik anak-anak difabel di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batang, Jawa Tengah. Ia adalah seorang tunadaksa.
Hikmat mengaku pertama kali tertarik menjadi guru ketika ia mengajarkan musik kepada anak-anak difabel. Dari aktivitasnya mengajar anak-anak difabel, ia memahami nilai ketulusan dan kepedulian.
Tak jarang, anak-anak didiknya dengan sukarela menghapus papan tulis, merapikan alat belajar, hingga membantu mendorongkan skateboard yang digunakan Hikmat untuk mempermudah mobilitasnya.
Bagi Hikmat, keterbatasan yang ia miliki justru menjadi teladan bagi anak-anak didiknya untuk bersemangat mengejar mimpi meski di tengah keterbatasan.
“Menjadi sebuah kebanggaan dan nilai plus, bisa menjadi role model dalam pembelajaran. Di saat itu saya bangkit memanfaatkan keadaan saya. Saya tidak boleh mengeluh karena jika saya mengeluh, mereka akan putus asa,” tuturnya.
Ketika pembelajaran dilakukan tatap muka di sekolah, kelas Hikmat didesain menyesuaikan dengan kondisi keterbatasannya. Siswa-siswa belajar secara lesehan, dan papan tulis serta alat pendukung belajar disiapkan berukuran rendah.
“Allah memberikan saya ke sini untuk memberikan kesempatan menjadi role model bagi mereka. Oleh karena itu, saya manfaatkan kesempatan yang ada untuk jadi manfaat buat orang lain,” tutur Hikmat.
Ia berharap, perhatian pemerintah akan semakin besar untuk anak-anak difabel. Menurutnya, klasifikasi kurikulum harus lebih disempurnakan sesuai dengan kondisi anak didik, seperti tunadaksa, tunarungu, tunagrahita, dan lain-lain.
“Di lapangan anak-anak kita variatif. Satu anak, satu program. Selain itu, perlu juga bagi peserta didik normal diberikan pemahaman dalam kurikulum tentang bagaimana cara memperlakukan anak-anak disabilitas dengan baik,” terangnya, seraya berharap pemerintah akan lebih sering meninjau ke lapangan secara langsung.
Hikmat menjadi salah satu guru inspiratif yang berkesempatan untuk berdialog dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril, saat acara peringatan Hari Guru Nasional 2020 di TVRI, Rabu (25/11/2020).
Baca Juga: Butuh 1 Juta Guru Kontrak Non PNS, Kemendikbud Resmi Buka Pendaftaran
Menanggapi kisah Hikmat, Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan rasa bangganya.
“Guru-guru di Indonesia bisa belajar banyak dari para guru SLB karena mereka lebih menguasai prinsip pedagogi dengan baik,” ujar Mendikbud.
Di akhir perbincangan, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril juga berpesan agar para guru yang mengajar di daerah 3T dapat terus bersemangat dan saling memotivasi.
"Tidak boleh menyerah, berani bermimpi, untuk anak-anak kita dari Sabang sampai Merauke,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Mendikbud : Kami Perjuangkan Hak Guru Honorer Jadi Pegawai Pemerintah
-
Kemendikbud Klaim Tak Ada Senioritas dalam Seleksi PPPK Guru Honorer 2021
-
Kemendikbud Janji Seleksi PPPK Guru Honorer 2021 Tak Molor Seperti 2019
-
Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud Penuh Haru pada Perjuangan Para Pengajar
-
Hari Guru Nasional: Begini Cara Kreatif Merayakannya saat Pandemi Covid-19
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus