Suara.com - Serangan roket di Irak utara telah menyebabkan kebakaran besar di kilang minyak. Menurut Kementerian Perminyakan negara itu, hal tersebut menyebabkan terhentinya operasi sementara waktu.
Roket menghantam tangki penyimpanan bahan bakar di kilang kecil Siniya di provinsi Salahuddin pada Minggu (29/11/2020) waktu setempat. Menurut pernyataan Kementerian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebagaimana melansir Aljazeera, Senin (30/11/20200, api dipadamkan dan operasi dilanjutkan dalam beberapa jam setelah serangan itu, kata kementerian, mengutip Northern Refining Company milik negara yang menjalankan kilang.
Kelompok ISIL (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan roket tersebut. ISIL mengatakan, di situsnya Amaq bahwa dua roket Katyusha digunakan dalam serangan itu.
Kilang Siniya berada di dekat kilang minyak terbesar Irak, Baiji, yang mengalami kerusakan cukup parah selama perang melawan kelompok ISIL. Kilang tersebut dirombak dan akhirnya dibuka kembali pada 2017.
Meskipun ISIL tidak lagi menguasai wilayah di Irak, kelompok tersebut mempertahankan sel tidur dan sering melakukan serangan di seluruh bagian negara, termasuk utara.
Kelompok bersenjata yang didukung Iran juga diyakini berada di balik serangkaian serangan roket dan mortir yang menargetkan kepentingan AS di Irak. Kondisi ini membuat frustrasi pemerintahan Presiden Donald Trump, yang pada September lalu mengancam akan menutup kedutaan besarnya di Baghdad jika mereka melanjutkan.
Para pejabat mengatakan penghentian operasi di kilang Siniya, yang memiliki kapasitas penyulingan 30.000 barel per hari, adalah langkah pengamanan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Serangan hari Minggu menandakan bahwa pejuang ISIS mungkin masih mampu melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan dan situs energi vital, meskipun dikalahkan selama kampanye militer yang didukung Amerika Serikat pada 2014-2017.
Baca Juga: China Luncurkan Misi Chang'e 5 untuk Kumpulkan Sampel Bulan
Berita Terkait
-
Sebut Habib Rizieq Berbahaya, Gus Sahal: Dia Membuat Hasutan yang Bengis
-
Habib Rizieq Singgung Penggal Kepala, Zuhairi Misrawi: Itu Dilakukan ISIS
-
AS Resmi Umumkan Pengurangan Pasukan di Afghanistan, Dunia Khawatir
-
Apa yang Dilakukan Para Astronot di Stasiun Luar Angkasa?
-
Eksekusi Massal, Irak Gantung 21 Terpidana Teroris di Dalam Penjara
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar