Suara.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Anita Kolopaking dalam sidang perkara penghapusan red notice Djoko Tjandra atas terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Anita bersaksi selaku eks kuasa hukum Djoko Tjandra.
Anita mengaku, pernah diminta oleh Djoko Tjandra mempresentasikan kasus yang menjerat kliennya kepada Brigjen Prasetijo.
Kemudian, berangkatlah Anita menemui eks Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri tersebut pada 27 April 2020.
Saat itu, pertemuan berlangsung di ruang kerja Prasetijo. Anita semula diminta bertemu sosok Tommy Sumardi terlebih dahulu di Gedung Barskrim Polri.
"Pak Djoko bilang 'kamu ketemu pak Tommy jelaskan hukum'. Saya juga tidak tahu kalau mau ketemu terdakwa. Sampai di lantai 11 Bareskrim, Tommy nyuruh ke lantai 12 untuk ke ruangan terdakwa Prasetijo," ungkap Anita di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (30/11/2020).
Sesuai mandat Djoko Tjandra, Anita lantas menjelaskan kasus hak tagih alias cassie Bank Bali. Anita menjelaskan, pertemuan hanya berlangsung singkat, tak kurang dari 30 menit -- dan Prasetijo tidak memberikan respon lebih.
"Saya sudah menyiapkan power point dan hard copy presentasi. Ini masalah cassie Bank Bali kejadihan tahun 1998-1999. Dia tidak respon, tidak banyak bertanya. Jadi presentasi tidak memakan waktu lama, hanya setengah jam," jelasnya.
Selain memaparkan ihwal kasus kliennya kepada Prasetijo, Anita turut menjelaskan hal serupa pada Sekretaris NCB Interpol Polri, Brigjen Slamet Wibowo. Hanya, Anita tidak begitu mengenal sosok tersebut -- ingatannya hanya terpaku dengan sebutan 'Pak Bowo'.
Hal itu terjadi seusai Prasetijo meminta Anita untuk mempresentasikan ulang terkait kasus tersebut. Pertemuan itu terjadi sekitar bulan Mei 2020.
Baca Juga: Suruh Sekretaris, Segini Uang Kiriman Djoko Tjandra ke Anita Kolopaking
"Terdakwa bilang, 'bu Anita kemarin yang dipresentasikan ke saya bisa dipresentasikan ke pak A gak'. Ya, saya jelaskan," kata Anita.
Anita melanjutkan, dirinya hanya memenuhi permintaan Prasetijo menjelaskan kasus tersebut pada Slamet Wibowo. Terkait tujuannya, Anita tidak tahu sama sekali.
"Saya baru tahu kalau beliau Sekretaris NCB. Saya cuma tahu kalau dia namanya Bowo. Itu akhir Mei pertemuan di ruang pak Bowo," imbuhnya.
Merespons keterangan Anita, Prasetijo merasa keberatan. Dia berpendapat, apa yang disampaikan oleh eks kuasa hukum Djoko Tjandra itu tidak tepat.
"Dia (Anita) lah yang memperkenalkan diri kepada saya," ucap Prasetijo.
Jenderal bintang satu tersebut turut membantah pernyataan Anita terkait presentasi kasus hukum Djoko Tjandra kepada Slamet Wibowo. Sebab, Anita lah yang meminta pada dirinya untuk dikenalkan pada sosok tersebut.
Berita Terkait
-
Suruh Sekretaris, Segini Uang Kiriman Djoko Tjandra ke Anita Kolopaking
-
Pangkat Pinangki Pernah Dicopot di Kejagung Gegara Temui Djoko Tjandra
-
Sekretaris Akui Disuruh Djoko Tjandra Setor 100 Ribu Dolar AS ke Tommy
-
Kuasa Hukum Sebut Djoko Tjandra Tak Minta Dibuatkan Surat Bebas Covid
-
Djoko Tjandra Sempat Minta Pendapat Prasetijo Soal OJK, Bahas Apa?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini