Suara.com - Sebanyak lima puluh anggota DPRD DKI Jakarta walk out ketika Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membacakan pandangan umum dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu.
Mereka kompak walk out lantaran PSI dinilai tidak konsisten atas sikapnya mengenai kenaikan anggaran rencana kerja tahunan.
Pelopor aksi walk out tersebut adalah Anggota DPRD DKI Fraksi Partai Golkar Jamaluddin, yang mengganggap fraksi PSI tidak konsisten.
Jamaluddin lantas memberikan pandangannya dalam acara Kompas Petang, Selasa (15/12/2020). Jamaluddin dalam acara tersebut menanggapi pernyataan dari Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti.
Ray menyebut, perbedaan pendapat dan perbedaan sikap sebelum rapat paripurna adalah sesuatu yang wajar. Namun menurut Jamaluddin hal tersebut justru bagian dari sebuah pengkhianatan.
"Menurut saya, apa yang dikatakan oleh Ray Rangkuti ini sangat bijaksana. Tapi ini seolah membenarkan terjadinya pengkhianatan," ujar Jamaluddin dikutip Suara.com dari kanal YouTube Kompas TV.
Jamaluddin menambahkan, dirinya sangat tidak setuju dengan perubahan sikap PSI karena bisa mengajarkan orang untuk dari awal berkomitmen, untuk kemudian balik badan di akhir mencelakaan orang lain.
"Ini tidak boleh dibiarkan, sikap-sikap seperti ini tidak gentleman, dan bisa menjerumuskan banyak orang," kata Jamaluddin.
Ia berharap siapa saja para politisi supaya berpolitik dengan santun, iya dikatakan iya, yang tidak dikatakan tidak.
Baca Juga: Ketua DPRD DKI Minta Kontrak Guru Pembuat Soal Anies-Mega Tak Diperpanjang
"Siapa kamu? Ngajarin orang untuk berkhianat! Jangan kurang ajar Pak. Saya nggak suka statement seperti itu saya nggak suka. Bahwa semua orang bisa berubah komitmen, saya nggak suka, mau dibawa kemana ini?"
"Kenapa kita diajarkan para senior untuk tidak berkomitmen? Kalaupun memang ujungnya harus mati, komitmen harus dipertahankan!" sambung Jamaluddin.
Di sisi lain, Ray Rangkuti tetap menganggap bahwa perbedaan pendapat adalah sesuatu yang harus disikapi secara biasa.
"Kan ada putusan terakhir di mana putusan terakhir itu tidak bisa diganggu gugat. Kapan putusan terakhir itu tidak bisa diganggu gugat? Ya di rapat paripurna itu," balasa Ray Rangkuti.
Ia memaparkan, keputusan tertinggi dalam suatu rapat tetap berada di tangan rakyat. Ketika rakyat menolak, maka semuanya diserahkan kepada rakyat.
Video selengkapnya di sini.
Berita Terkait
-
DPRD DKI Soroti Kesiapan LPDP Jakarta, Usul Anggaran Diprioritaskan untuk Sekolah Gratis
-
Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Posko Pengaduan Rakyat, Harapan Baru bagi Warga Bersengketa Tanah di Jakarta
-
Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
-
Mandipping hingga Musik Klasik 24 Jam: Menyusuri Jejak Ayam Krispy McD di Padahanten Farm
-
3 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar pada 9 Agustus 2026
-
Kontradiksi Simbolik: Merayakan Kemerdekaan dengan Cara yang Masih Feodal
-
4 Shio yang Diprediksi Paling Hoki Hari Ini 9 Agustus 2026, Masa Sulit Berakhir
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik