6. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo
Penculikan Sutoyo terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965 pagi. Rombongan datang ke rumah Sutoyo dan mengamankan lokasi di sekitar jalan rumahnya, dan orang dilarang melintas, serta hansip yang berjaga dibuat tidak berdaya.
7. Lettu Pierre Andreas Tendean
Pierre Tendean adalah keturunan Prancis, yang sebenarnya bukan sasaran penculik. Akan tetapi, pada tanggal 1 Oktober 1965, dirinya tengah berada di rumah Jenderal A.H. Nasution, atasannya, yang merupakan target sesungguhnya.
Saat rombongan penculik itu datang dan bertanya kepada Tendean, apakah dirinya adalah A.H. Nasution, tanpa ragu Tendean menjawab bahwa dialah Jenderal Nasution, meskipun dirinya tahu apa risikonya. Tindakan itu dilakukan agar sang Jenderal bisa selamat.
Selain tujuh nama di atas ada tiga sosok lain yang juga termasuk dalam pahlawan revolusi. Mereka adalah AIPDA (anm.) Karel Satsuit Tubun, Brigadir Jenderal (anm.) Katamso Darmokusumo, dan Kolonel (anm.) Sugiono.
Tujuh pahlawan revolusi yang disebutkan di atas dan Karel Satsuit Tubun ditetapkan sebagai pahlawan revolusi pada 5 Oktober 1965 berdasarkan Keppres No. 111/KOTI/1965 dan Keppres No. 114/KOTI/1965.
Sementara Brigadir Jenderal (anm.) Katamso Darmokusumo, dan Kolonel (anm.) Sugiono ditetapkan sebagai pahlawan revolusi berdasarkan Keppres No. 118/KOTI/1965 pada tanggal 19 Oktober 1965. Demikian penjelasan tentang siapa saja pahlawan revolusi di Indonesia.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Baca Juga: Sejarah Supersemar: Tujuan dan Isinya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai
-
Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako
-
Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat
-
Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif
-
Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan
-
Isu Pencaplokan Gojek, Legislator PDIP: Komisi VI akan Panggil Danantara
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!