Suara.com - Planet Jupiter dan Saturnus akan berpapasan di langit malam, yang dengan mata telanjang akan tampak sebagai "planet ganda".
Fenomena luar angkasa ini memunculkan pandangan beberapa orang bahwa kejadian itu mungkin merupakan sumber cahaya terang di langit pada 2.000 tahun yang lalu.
Yang dikenal sebagai Bintang Betlehem - bintang terang yang muncul saat kelahiran Yesus,
Planet-planet itu bergerak semakin dekat setiap malam dan akan mencapai titik terdekatnya pada 21 Desember.
Para pengamat bintang di Inggris akan terus memantau pergerakan cuaca untuk menghindari kekecewaan karena tidak bisa melihat fenomena ini.
"Pada setiap malam yang cerah ada baiknya tetap mengambil kesempatan, karena cuacanya tidak bagus," kata Dr Carolin Crawford dari Institut Astronomi Universitas Cambridge kepada BBC.
Jika ada celah di kegelapan musim dingin, kedua planet tersebut akan muncul di langit barat daya, tepat di atas ufuk sesaat setelah matahari terbenam.
Apakah ini kembalinya Bintang Betlehem?
Beberapa astronom dan teolog berpikir demikian.
Seperti yang ditunjukkan oleh Prof Eric M Vanden Eykel, seorang profesor agama dari Ferrum College di Virginia, dalam sebuah artikel online. Menurutnya, waktu tersebut telah menimbulkan banyak spekulasi "apakah ini bisa menjadi peristiwa astronomi yang sama dengan bintang yang tertulis dalam Alkitab, yang mengarahkan tiga orang Majus kepada Yusuf, Maria dan Yesus yang baru lahir".
Baca Juga: Sambut Hari Raya Natal dengan Menghias Diorama Kelahiran Yesus
Hal ini bukan hanya spekulasi modern terkait perayaan Natal. Teori bahwa konjungsi Jupiter dan Saturnus mungkin menjadi "Bintang Ajaib" diajukan pada awal abad ke-17 oleh Johannes Kepler, seorang astronom dan ahli matematika Jerman.
"2.000 tahun yang lalu, orang-orang jauh lebih sadar tentang apa yang terjadi di langit malam," kata Dr Crawford, "[jadi] bukan tidak mungkin bahwa Bintang Betlehem adalah kesejajaran planet seperti ini".
Seberapa langka kejadian alam ini?
Saat planet berpapasan dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, konjungsi tidak terlalu jarang, tetapi yang kali ini terjadi istimewa.
"Konjungsi adalah hal-hal hebat untuk dilihat - mereka cukup sering terjadi - tetapi [agar planet sedekat ini] cukup luar biasa," kata Prof Tim O'Brien, astrofisikawan dari Universitas Manchester, kepada BBC News.
Kedua planet - yang terbesar di Tata Surya dan beberapa obyek paling terang yang terlihat di langit malam - belum pernah sedekat ini satu sama lain di langit yang gelap selama 800 tahun.
"Planet-planet akan terbenam di barat daya, jadi Anda harus keluar dari sana segera setelah langit mulai gelap.
"Tak satu pun dari kita akan hidup dalam 400 tahun lagi, jadi perhatikan cuaca dan keluarlah jika ada kesempatan," kata Prof O'Brien.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya