Suara.com - Pelaku pembuatan dan penyebar video parodi lagu Indonesia Raya menyimpan fakta tak terduga yang akhirnya terkuak. Selama ini pelaku berinisial MDF yang masih berusia 16 tahun kerap berselancar di dunia maya dan punya trik tersendiri untuk mengelabui aparat agar tindakannya di media sosial (medsos) tidak terlacak.
Fakta itu diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat menggelar konferensi pers penangkapan pelaku pembuatan video parodi Indonesia Raya.
MDF yang sadar perbuatannya membuat dan menyebarkan video parodi kemudian sudah melakukan upaya pencegahan, mewanti-wanti aparat kepolisian mencari dan menangkap dirinya.
"Jadi dia belajar, biar bagaimana jika dia melakukan ada pelanggaran pidana dia tidak terdeteksi. Tapi akhirnya ketahuan juga," kata Argo, Jumat (1/1/2021)
Argo mengatakan kemahiran MDF menggunakan gawai dipelajari sejak masih belia. Sejak usia 8 tahun, MDF sudah dibekali ponsel oleh orang tuanya.
Saat ditangkap pada malam tahun baru kemarin, MDF yang berusia 16 tahun diketahui masih duduk di bangku kelas 3 SMP.
"Bahwa sejak umur 8 tahun MDF sudah diberikan orang tua HP. MDF sudah belajar pakai HP, dia juga paham mengelabui bagaimana seandainya ada petugas, dia sudah bisa sejak 8 sampai 11 tahun. Kemudian bagaimana membuat akun palsu dia lakukan semuanya," tutur Argo.
Untuk diketahui, kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku pembuat parodi Indonesia Raya tak hanya satu pelaku. Setelah menangkap dan menetapkan MDF sebagai tersangka, ternyata ada satu pelaku lainnya berinisial NJ.
Keduanya diketahui masih berusia di bawah umur. Untuk NJ sendiri sebenarnya sudah ditangkap lebih dahulu melalui kerjasama Polri dengan Poliisi Diraja Malaysia. NJ yang juga warga negara Indonesia dtangkap di Sabah, Malaysia.
Baca Juga: Pembuat Parodi Lagu Indonesia Raya Seorang Remaja 16 Tahun
"Akhirnya dari PDRM berhasil mengamankan satu orang laki-laki yang inisialnya NJ umurnya 11 tahun, WNI yang ada di Sabah Malaysia," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Jumat (1/1/2020).
Argo mengatakan, keberadaan NJ di Sabah lantaran mengikuti orang tuanya yang merupakan tenaga kerja Indonesia yang berprofesi sebagai sopir di salah satu perusahaan perkebunan di Sabah, Malaysia.
Dari hasil penangkapan NJ, PDRM dan Bareskrim Polri kemudian menyelidiki lebih jauh keterlibatan MDF warga Cianjur yang ternyata juga membuat video dan menyebarkannya di YouTube. MDF adalah teman dari NJ, di mana keduanya kerap berkomunikasi di dunia maya.
"Intinya adalah antara NJ yang di Sabah kemudian dengan MDF di Cianjur ini berteman dalam dunia maya sering komunikasi, marah-marah sering," kata Argo.
Kronlogis Pembuatan dan Penyebaran
Argo menceritakan, pembuatan dan penyebaran video parodi Indonesia Raya tidak terjadi begitu saja. Berawal dari MDF yang membuat dan menyebarkan video namun dengan menuliskam lokasi dan nomor telepon Malaysia yang dikaitkan dengan nama NJ.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan