Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan vaksin Covid-19 Sinovac paling lemah dibandingkan vaksin-vaksin lainnya.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Instagram @wawsehat. Ia mengunggah foto sejumlah petugas sedang memeriksa vaksin Sinovac.
Adapun narasi yang diunggah oleh akun tersebut seperti berikut:
"WHO: Sinovac Vaksin Covid-19 yang paling lemah. Indonesia diketahui telah memesan vaksin Covid-19 yakni vaksin Sinovac. Vaksin yang sempat tak diyakini oleh Menkes Terawan ini, akhirnya diungkapkan juga oleh WHO bahwa vaksin ini vaksin yang paling lemah."
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Jumat (1/1/2021), klaim yang menyebut WHO nyatakan vaksin Covid-19 Sinovac paling lemah dibandingkan vaksin lainnya adalah klaim yang keliru.
Faktanya, tak ada satupun informasi yang melaporkan WHO nyatakan vaksin Cinovac paling lemah dibandingkan sembilan kandidat vaksin Covid-19 lainnya.
Dikutip dari Tempo melalui mesin pencarian di situs resmi WHO dengan kata kunci 'Covid-19 vaccine', Tempo menemukan 39 artikel terkait dengan vaksin Covid-19.
Baca Juga: SMS Kemenkes untuk Warga yang Wajib Vaksin COVID-19
Namun, dari seluruh artikel tersebut tidak ada satupun artikel yang berisi informasi bahwa WHO menyatakan vaksin Covid-19 Sinovac paling lemah.
Dalam artikel berjudul 'COVAX Announces additional deals to access promising COVID-19 vaccine candidates; plans global rollout starting Q1 2021' yang terbit pada 21 Desember 2020, WHO mengungkapkan ada 10 kandidat vaksin Covid-19 dengan melibatkan investasi Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).
Dari 10 kandidat, ada sembilan vaksin yang masih dalam tahap pengembangan, di mana tujuh diantaranya berada dalam tahap uji klinis.
Adapun 10 kandidat vaksin Covid-19 yang diumumkan oleh WHO antara lain: AstraZeneca/University of Oxford (Tahap 3); Clover Biopharmaceuticals, Cina (Tahap 1); CureVac, Jerman (Tahap 2B/3); Inovio, Amerika Serikat (Tahap 2); Institut Pasteur/Merck/Themis, Prancis/AS/Austria (Tahap 1); Moderna, AS (Tahap 3); Novavax, AS (Tahap 3); SK bioscience, Korea Selatan (Praklinis); University of Hong Kong, Hong Kong (Praklinis); University of Queensland/CSL, Australia (Tahap 1, program dihentikan).
Sementara itu, dari penelusuran menggunakan mesin pencarian Google dengan kata kunci yang sama, yakni 'Covid-19 vaccine' juga tidak ditemukan artikel yang mewartakan WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah.
Dikutip dari artikel Aljazeera berjudul 'Where are we in the Covid-19 vaccine race?' yang terbit pada 18 November 2020, pejabat WHO Swaminathan mengaku belum bisa menyimpulkan perlindungan jangka panjang dan efek samping dari seluruh vaksin yang sedang diuji coba.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina