Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyesalkan tindakan Raffi Ahmad yang keluyuran pada malam hari hingga mengabaikan protokol kesehatan usai mendapat vaksin di hari yang sama, Rabu (13/1/2020).
Menurut Azis, tindakan Raffi tidak terpuji dan tidak patut dicontoh. Padahal seharusnya, kata Azis meski sudah mendapat giliran vaksin, Raffi tetap harus menerapkan protokol kesehatan.
“ Ini menjadi contoh yang tidak patut ditiru pasca mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sekaligus, saya ingatkan, bahwa yang berhasil divaksinasi tahap awal mendapatkan kesempatan mulia atas hak jutaan masyarakat. Tolong jaga amanah tersebut dalam menyukseskan program Vaksinasi Covid-19 Nasional ini sesuai dengan cara yang tepat, protokol kesehatan merupakan salah satu unsur terpenting," tutur Azis kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).
Meski menyayangkan, Azis sekaligus mengapresiasi langkah Raffi yang langsung membuat klarifikasi dan permohonan maaf atas kesalahan yang diperbuat. Ia berharap kesalanan itu bisa menjadi pelajaran bagi Raffi maupun masyarakat lain agar tidak melakukan kesalahan serupa.
“Bagus kalau sudah menyadari kesalahan. Semoga masyarakat juga dapat memaafkannya. Selanjutnya, ini menjadi pelajaran akan pentingnya tetap menjalankan protokol kesehatan sekalipun sudah di vaksinasi Covid-19. Hal ini perlu digarisbawahi," ujar Azis.
Contoh Tak Baik
Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher ikut menyoroti tindakan Raffi Ahmad yang kedapatan berkumpul tanpa masker usai disuntik vaksin perdana pada Rabu (13/1/2021). Sorotan itu ia ungkapkan langsung kepada Menteri Kesehatan Budi Gunasi Sadikin saat rapat kerja di Komisi.
Netty mengatakan tindakan Raffi yang ia sebut sebagai influencer itu mencontohkan hal tidak baik. Karena dianggap berkumpul dengan mengabaikan protokol kesehatan.
"Pak menteri, pak wamen ada salah satu influencer yang diundang untuk vaksin malamnya berpesta tanpa masker dan sebagainya. Nah ini kan sebetulnya contoh-contoh yang enggak baik begitu," kata Netty, Kamis (14/1/2021).
Baca Juga: Ulah Raffi Ahmad Bikin Kerumunan Usai Divaksin Corona Berbuntut Gugatan
Netty juga mempertanyakan respons pemerintah melalui juru bicara di Kementerian Kesehatan. Ia lantas membandingkan jika hal serupa hustru terjadi kepada rakyat.
"Dan yang menarik salah satu orang yang ditunjuk sebagai jubir mengatakan biarlah netizen yang menegur, kok seperti itu? Giliran rakyat ditakuti-takuti, giliran rakyat dikejar-kejar," kata Netty.
Karena itu, menurut Netty kebijakan penerapan protokol kesehatan seharusnya dapat lebih dahulu dijalankan oleh pemerintah maupun influencer yang dipercayainya, sebelum kebijakan itu diterapkan kepada rakyat.
"Nah menurut saya sekarang ini harus ada timbal balik begitu ya. Jadi kalau masyarakat diminta disiplin ya berarti disiplin itu harus dimulai dari pejabat publik dan orang-orang yang dianggap menjadi influencer dan sudah digadang-gadang oleh pemerintah," kata Netty.
Sebelumnya, Raffi Ahmad kembali menjadi perbincangan di media sosial. Bahkan namanya trending di media sosial Twitter. Namanya menjadi sorotan setelah kepergok nongkrong di kafe tanpa menggunakan masker dan juga menjaga jarak. Padahal, sebelumnya, suami Nagita Slavina ini merupakan salah satu orang yang mendapat vaksin gelombang pertama setelah Presiden Joko Widodo.
Situasi itu yang kemudian membuat Raffi Ahmad mendapat kecaman dari berbagai pihak. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi juga turut menganggapi hal itu.
Berita Terkait
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Daftar Kerabat Raffi Ahmad yang Kini Duduki Jabatan Publik, dari DPRD hingga BUMN
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
-
Rumput Tetangga (2019): Ketika Hidup Orang Lain Terlihat Lebih Bahagia
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing
-
Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama
-
Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing
-
Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok
-
Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit
-
'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai
-
Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia
-
Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak
-
Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi
-
Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!