Bukan 1 Juta, Epidemiolog Sebut Kasus Covid-19 Sebenarnya 3 Juta Orang

Selasa, 26 Januari 2021 | 19:35 WIB
ILUSTRASI - Sejumlah tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Epidemiolog Griffith University di Australia, dr Dicky Budiman menilai jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia sebenarnya bukan satu juta orang, melainkan sudah mencapai tiga juta jiwa.

Dicky menjelaskan hal itu berdasarkan jumlah tes covid-19 di Indonesia yang sangat rendah, yakni 32.004 tes per 1 juta orang. Dengan demikian, masih banyak orang Indonesia yang belum dites.

Angka itu kalah jauh kalau dibandingkan Filipina yang sudah melakukan tes dengan rata-rata 68.776 tes per 1 juta orang.

Sementara dibandingkan Malaysia 137.438 per 1 juta orang, dan Singapura 1.031.417 per 1 juta orang.

"Ini bukan saatnya merenung, ini saatnya segera bertindak, situasi sudah sangat serius, 1 juta kasus itu bukan kasus yang sebenarnya, yang sebenarnya itu 3 kali lipat dari saat ini, atau satu persen dari total populasi Indonesia," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Selasa (26/1/2021).

Angka satu juta kasus itu, menurut Dicky sebenarnya sudah tercapai sejak September 2020 lalu.

"Dari 19 negara yang sudah satu juta kasus, Indonesia adalah satu-satunya negara dengan kapasitas testing terendah, ini rendah sekali," tegasnya.

Diketahui, kasus positif covid-19 di Indonesia tembus 1.012.350 orang dengan penambahan sebanyak 13.094 orang pada Selasa (26/1/2021).

Kemudian sudah ada 820.356 pasien positif yang sembuh, sementara angka kematian sudah mencapai 28.468 jiwa.

Total spesimen yang sudah diperiksa adalah 8.881.607 spesimen dari 5.931.637 orang yang diperiksa.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com