Suara.com - Setelah memperkenalkan resolusi menjadi smart spender melalui ShopeePay Mantul Sale (SMS) pada tanggal gajian bulan lalu, ShopeePay kini kembali hadir dengan 2.2 ShopeePay Cashback Festival!
Penyedia layanan pembayaran digital terunggul di Indonesia ini akan memenuhi kebutuhan belanja masyarakat Indonesia pada 28 Januari hingga 2 Februari 2021, dalam rangka menyambut momen-momen perayaan Tahun Baru Imlek dan Hari Kasih Sayang dengan harga-harga terbaik dan paling hemat!
“ShopeePay akan terus memperhatikan minat dan kebutuhan masyarakat untuk memberikan solusi terbaik, demi melengkapi kehidupan masyarakat Indonesia. Melihat kondisi saat ini, kami tetap ingin setiap orang merayakan momen-momen penting melalui penawaran terbaik dengan pemanfaatan pembayaran digital agar lebih aman. Dengan 2.2 ShopeePay Cashback Festival ini, semua orang pun bisa mengontrol pengeluaran mereka tanpa harus mengurangi kecintaan mereka pada shopping,” ujar Head of Campaigns & Growth Marketing ShopeePay, Cindy Candiawan.
Pengguna kini bisa menikmati cashback 100% dari ratusan merchant online dan offline dari berbagai kategori yang ikut serta dalam kampanye ini. Sejumlah merchant terkemuka hadir dalam gelaran ini, antara lain Dapur Solo, Eatlah, Gulu Gulu, Happy Lemon, Jolly Time, Kedai Kopi Kulo, Kopi Konnichiwa, Maxx Coffee, Sour Sally, UniPin, dan masih banyak lagi.
Untuk menambah keseruan, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk memenangkan total voucher sebesar Rp1miliar dengan mengikuti program Share & Win. Berbagai penawaran menarik ini dihadirkan bagi mereka yang ingin membawa kehangatan, sekaligus berhemat di momen-momen spesial bulan ini bersama orang tercinta.
Nantikan informasi lebih lanjut mengenai 2.2 ShopeePay Cashback Festival di sini dan dengan mengikuti @shopeepay_id.
Untuk informasi lengkapnya, silakan lupa unduh aplikasi Shopee secara gratis melalui App Store atau Google Play Store dan aktifkan ShopeePay untuk berpartisipasi dalam kampanye ini.
Berita Terkait
-
Hadir di Awal 2021, ShopeePay Talk Bagikan Kiat Sukses Bisnis Franchise
-
ShopeePay Mantul Sale, Ayo Mulai Lakukan Smart Spending bersama ShopeePay
-
Pada 2020, Masyarakat Nikmati Transaksi Offline dan Online via ShopeePay
-
ShopeePay Ajak Masyarakat tetap Produktif dalam Gaya Hidup Baru
-
ShopeePay dan Live.On Hadirkan Layanan Transaksi Non Tunai yang Praktis
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer
-
DPR Pastikan Kawal Kasus Bocah Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Desak Pelaku Dihukum Berat
-
Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara
-
Tragedi Gajah Riau: Tiada Tahun Tanpa Kematian, Gading Hilang dan Kepala Dipotong Pemburu
-
Ketua Komisi III DPR Pastikan Kawal Kasus Kematian Anak 12 Tahun usai Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans