News / internasional
Reza Gunadha | Rima Suliastini
Jacob Chansley. (Win McNamee/ Getty Images North America/AFP)

Suara.com - Pria bertanduk yang fotonya viral saat kerusuhan gedung Capitol, Jacon Chansley kini berbalik menyerang Donald Trump. Pria yang juga dikenal sebagai Jake Angeli ini mengaku kecewa berat.

Menyadur NY Daily News Sabtu (30/01), Jake merasa dikhianati oleh Donald Trump sehingga bersedia untuk bersaksi melawan mantan presiden di sidang pemakzulan bulan depan.

Pengacara Jake, Albert Watkins mengatakan kliennya sangat terpukul karena Trump menyatakan 'tidak memaafkan pendukungnya' dalam aksi di gedung Capitol.

"Dia merasa dikhianati oleh presiden," kata Watkins.

Baca Juga: Kisah Remaja Laporkan Ayahnya ke FBI karena Ikut Kerusuhan Capitol

Ia dan empat orang lain menghadapi dakwaan federal terkait kerusuhan yaitu gangguan sipil, menghalangi proses resmi, perilaku tidak tertib di gedung terbatas dan berdemonstrasi di gedung Capitol.

Kerusuhan di luar gedung DPR Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021).[Anadolu Agency]

Pria yang dijuluki The QAnon Shaman atau dukunnya QAnon ini dijadwalkan akan didakwa Jumat di Washington.

Pada 6 Januari, Jake difoto saat duduk di kursi kamar Senat Wakil Presiden Mike Pence, sementara anggota parlemen mengesahkan suara pemilihan perguruan tinggi yang menjadikan Joe Biden presiden.

Pihak berwenang mengatakan ia meninggalkan catatan yang berbunyi, "Ini hanya masalah waktu, keadilan akan datang."

Pendukung Trump ini mengatakan pada penyelidik bahwa dia datang ke Capitol "atas permintaan presiden agar semua 'patriot' datang ke DC pada 6 Januari", menurut catatan pengadilan.

Baca Juga: Terlacak dari Gelang Kaki, Seorang Pria Didakwa Ikut Kerusuhan di Capitol

Komentar