Suara.com - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI, Nur Hidayati mengatakan kondisi krisis ekologis di Indonesia sangat parah. Namun pemerintah seolah acuh tak acuh dengan kondisi yang ada.
Nur mengatakan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi itu bukan hanya menimbulkan wabah tetapi juga memicu terjadinya berbagai krisis, salah satunya ialah krisis iklim. Selama ini krisis iklim sudah menjadi keprihatinan global termasuk di Indonesia.
"Kalau kita perhatikan tidak ada bekasnya di Indonesia, dalam arti kebijakan-kebijakan pemerintah hingga saat ini masih setengah-setengah, tidak terlalu serius untuk benar-benar mengatasi dampak perubahan iklim," kata Nur dalam acara peluncuran Tinjauan Lingkungan Hidup 2021 secara daring, Rabu (3/2/2021).
Pemerintah Indonesia disebutkan tidak terlalu serius dalam mengatasi dampak perubahan iklim maupun melakukan mitigasi atas resiko bencana yang bisa dipicu oleh krisis iklim.
Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya bencana hidro meteorologis yang terjadi di awal 2021 seperti banjir dan longsor di sejumlah daerah. Nur menyebut kondisi itu memperlihatkan kalau Indonesia tengah berada di dalam lingkaran setan pemburukan krisis.
Itu dikarenakan adanya penghancuran hutan, penggunaan energi fosil seperti batu bara yang memicu perubahan iklim. Dari perubahan iklim itu kemudian memicu perubahan cuaca ekstrim yang menyebabkan curah hujan tinggi.
"Itu kemudian berbalik kepada kita dengan bencana-bencana hidro meteorologis. Jadi sebenarnya dari sisi kriris ekologis kita melihat kondisi Indonesia sudah sangat parah," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Proyek LRT City Bakal Jalan Lagi
-
Raja Norwegia Harald V Meninggal Dunia, Pangeran Haakon Naik Tahta
-
Mulai September, BI Hilangkan Insentif Bank yang Kebanyakan Pegang Surat Berharga
-
KPK Sisir Izin Tinggal WNA di Bali, Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa
-
5 Rice Cooker 1 Liter Hemat Listrik, Cocok buat Anak Kos dan Keluarga Kecil
-
Kesadaran Masyarakat Meningkat Penjualan Mobil Hybrid di Indonesia Melonjak 40 Persen
-
6 Rekomendasi Sandal Bolong Santai yang Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
Raihaanun Terjebak Cinta dengan Maxime Bouttier dan Hamish Daud di Tante Sonya
-
Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
-
Bebas Gerah! 5 Rekomendasi Sampo Mint untuk Kulit Kepala dengan Sensasi Dingin