Suara.com - Analis politik dari Exposit Strategic, Arif Susanto memandang ada pertimbangan tersendiri atas pilihan empat faksi di kubu Partai Demokrat memilih nama Moeldoko, untuk diusung sebagai ketua umum menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Salah satu alasan yang menjadi pertimbangan faksi tersebut ialah latar belakang Moeldoko yang berkarir sebagai militer dengan jabatan terakhir sebagai Panglima TNI. Arief menilai penunjukan tokoh berlatar militer menjadi wajar dilakukan Partai Demokrat.
"Bagi saya ada dua hal setidaknya, pertama Moeldoko punya latar bekakang militer. Di dalam partai Demokrat itu sudah ada value yang dibangun sejak eranya SBY dan itu dekat dengan tentu saja nilai-nilai kemiliteran. Ya gak mengherankan SBY pernah lama berkarier di dunia militer. Pramono dulu juga begitu, AHY juga begitu gitu kan," kata Arif dihubungi Suara.com, Rabu (3/2/2021).
Karena keeratan partai berlambang Mercy dengan nilai militer itu lah yang kemudian membuat Moeldoko dilirik oleh empat faksi. Bahkan lirikan itu bukan sekadar menjadikam Moeldoko ketua umum, melainkan calon presiden dari Partai Demokrat.
"Jadi lirikannya Max Sopacua, Marzuki Alie, Nazaruddin dan seterusnya itu kepada Moeldoko itu bukan tanpa perhitungan. Terkait dengan nilai-nilai di dalam Partai Demokrat sendiri," ujar Arif.
4 Faksi Pendukung Moeldoko
Sebelumnya, mantan Wakil Sekjen (Wasekjen) Partai Demokrat, Yus Sudarso mengungkap ada empat faksi yang mendorong pergantian AHY kepada Moeldoko sebagai pimpinan partai.
"Saya amati dan tahu ada setidaknya 4 faksi," kata Yus dalam Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2021).
Ia kemudian menyebutkan siapa saja keempat faksi yang dimaksud. Pertama, yakni faksi pendiri sekaligus faksi Subut Budi Santoso yang merupakan ketua umum pertama Partai Demokrat. Kedua ialah faksi dari Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres 2005 di Bali, yaitu Hadi Untung.
Baca Juga: AHY Merasa Mau Dikudeta, Moeldoko: Kok Takut Ya? Wong Saya Biasa-biasa Aja
Sementara itu, untuk faksi ketiga dan keempat masing-masing, yaitu faksi Anas Urbaningrum --ketua umum Partai Demokrat hasil Kongres di Bandung pada 2010-- dan faksi Marzuki Alie.
Menuju RI 1
Yus menegaskan bahwa tidak ada rekayasa apapun terkait keempat faksi yang memiliki keinganan sama tersebur. Ia juga mempertanyakan di mana letak kesalahan para internal yang menginginkam pergantian pucuk pimpinan dari AHY ke tangan Moeldoko.
"Ini adalah sepenuhnya bagian dari internal partai. Apa salahnya kami? Seperti pendiri di awal menjemput SBY untuk mengantarkan beliau ke pimpinan RI 2004," kata dia.
Menurut Yus, hal yang serupa dilakukan Partai Demokrat terhadap SBY untuk menjadi presiden nantinya juga akan kembali dilakukan untuk mengantarkan Moeldoko.
"Apa salahnya kami kalau hari ini menjemput figur tokoh ke depan? Apa salahnya Moeldoko? Tidak seubahnya senior-senior kami sebelumnya menjemput SBY," ujar Yus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026