Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta Zita Anjani meminta pemerintah Jakarta menyediakan tempat penampungan yang layak bagi pengungsi korban banjir.
Dia mengkhawatirkan terjadi penyebaran penyakit, apalagi sekarang pandemi Covid-19, jika tidak ada penampungan yang layak.
"Kalau saya tidak salah, pemprov katanya akan siapkan tempat mengungsi per keluarga atau per kamar per keluarga. Bahkan, kalau saya tidak salah dengar, sempat bilang di hotel," ujar Zita kepada wartawan, Selasa (9/2/2021).
Soal hotel, Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria pada akhir tahun 2020 telah menjelaskan bahwa maksud sesungguhnya bukan menyediakan fasilitas hotel seperti informasi yang beredar. Riza mengatakan pemerintah dapat mengerti korban banjir tidak mau mengungsi jauh dari rumah mereka dan itu sebabnya pemerintah akan terlebih dahulu memakai fasilitas yang ada di sekitar tempat banjir.
Menurut Zita, keadaan di lapangan saat ini amat mengkhawatirkan, dimana sebagian korban banjir mengungsi dengan berdesak-desakan, campur antara yang tua dan muda. Itu sebabnya, dia menagih janji pemerintah Jakarta untuk menyediakan tempat pengungsian yang layak.
"Saya pikir ini berbahaya, akan jadi klaster baru disana. Bahkan, bukan hanya Covid-19 ancamannya, penyakit kulit, demam berdarah, dan yang lainnya juga," kata dia.
"Saya berharap pemprov segera sikapi. Sekalipun airnya akan segera surut, tapi rumahnya tidak bisa langsung ditempati Butuh beberapa hari untuk bersih dan nyaman kembali," kata Zita.
Berita Terkait
-
Munas VI APKLI-P Siap Digelar, Persiapan Capai 80 Persen dan Bakal Dihadiri 1.000 Peserta
-
Perdana Digelar, hIPlay Playground Jadi Panggung IP Lokal
-
Serunya Berburu Mainan di Pameran IBTE 2026 Jakarta
-
Cerita Mencekam di Balik Tawuran Manggarai: Warga Saling Serang Pakai Petasan hingga Sajam
-
Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik