Suara.com - Kasus kematian Marsah Akmar (43) di Kampung Kayu Areng, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (9/2/2021), telah terungkap. Pedagang sayur dan makanan tersebut dibunuh oleh Aris (25) yang kini telah ditahan polisi Serang.
Aris yang ketika itu tengah mabuk minuman keras tak hanya menghabisi nyawa Marsah, tetapi juga menyetubuhi jenazahnya.
Residivis perkara penganiayaan itu disergap di gubug daerah Langgeng Sahabat, Kampung Julang, Kecamatan Cikande, pada Kamis (11/2/2021), sekitar jam 12.00 WIB.
Polisi terpaksa menembaknya -- setelah diberi tembakan peringatan -- karena melawan petugas pada waktu hendak dibekuk.
Dalam pemeriksaan di kepolisian terungkap pula, Aris memiliki koleksi banyak celana dalam perempuan yang disembunyikan di gubuknya.
Celana-celana itu dia dapat dari hasil mencuri untuk kemudian dijadikan bahan masturbasi.
“Makanya kami akan dalami kondisi psikologis tersangka karena kami temukan puluhan celana dalam perempuan,” kata Kapolres Serang AKBP Mariyono, Jumat (12/2/2021).
Pesta miras
Hari itu, Marsah mengendarai sepeda motor dengan berjalan pelan-pelan karena jalanan rusak, sementara Aris pesta minuman keras bersama enam kawannya.
Baca Juga: Jejak Kasus Dugaan Pemerkosaan Pejabat Imigrasi Entikong
Melihat Marsah lewat, Aris segera mencegatnya.
“Korban sebelumnya memohon agar dilepaskan, karena punya banyak anak. Tapi tersangka terus mencekik korban hingga lima kali. Motor korban disembunyikan ke semak-semak,” kata Mariyono.
Setelah Marsah tak bernyawa, Aris memperkosa jenazahnya dan setelah selesai, di akembali ke gubuk tempat berpesta minuman keras.
Kasus tersebut kemudian ditangani polisi.
Berbekal dari informasi yang didapatkan, tak butuh waktu lama, polisi berhasil menyergap Aris di gubuk. [Bantennews dan berbagai sumber]
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman