Suara.com - Politisi Ferdinand Hutahaean menyoroti pernyataan dari Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu yang menyebut hampir semua pemimpin otoriter tidak memiliki perawakan cakep atau rupawan.
Hal tersebut disampaikan Said Didu melalui cuitan di akun Twitter pribadinya.
"Hampir semua pemimpin otoriter tidak cakep. Itu saja," kata @msaid_didu seperti dikutip Suara.com, Sabtu (13/2/2021).
Lantas, pernyataan itu direspons oleh Ferdinand Hutahaean. Ia menyebut aksi Said Didu sudah bersinggungan dengan fisik sesorang.
Ferdinand Hutahaean menyatakan, ia merasa beruntung melihat Said Didu bukanlah seorang pemimpin. Menurutnya, jika Said Didu menjadi pemimpin maka akan berpotensi menjadi pemimpin yang otoriter.
"Main fisik nih. Untung Said Didu enggak jadi pemimpin, alhamdulillah. Karena kalau jadi pemimpin potensinya jadi pemimpin otoriter itu besar," ujar Ferdinand.
"Soalnya Said Didu enggak cakep. Itu saja," lanjutnya.
Seperti yang diketahui pada Juni 2019 lalu, Said Didu pernah membuat cuitan bernada sama, yang kemudian direspons oleh akun @narkosun. Lalu, dibagikan kembali oleh Gus Nadir.
Alhasil, balasan menohok Ferdinand Hutahaean pada Said Didu itu pun direspons sejumlah warganet dengan beragam komentar.
Baca Juga: Disindir Warganet karena Ucapkan Imlek, Tengku Zulkarnain Bilang Begini
"Woii... Said Didu kamu ngaca dulu, muka sama otak sama-sama jeleknya, pecatan pula?," singgung akun @eko***456.
"Salut dia jujur," kata akun @To***216.
"Yang cakep itu model, politikus mah enggak usah enggak apa-apa," tutur akun @pra***ry.
"Ngopiiii biar selow," ujar akun @Wahy***90.
Tag
Berita Terkait
-
Ferdinand: Saya Belum Nemu Bukti Kalau Kritik Jokowi Bisa Dipenjara
-
Gandeng Jay-Z, CEO Twitter Siap Investasi 500 Bitcoin
-
Detik-detik Sepeda Gerak Sendiri Usai Ditinggal, Netizen: Kok Berani Sih?
-
Disindir Warganet karena Ucapkan Imlek, Tengku Zulkarnain Bilang Begini
-
Ucapkan Selamat Imlek, Tengku Zul Dicibir Warganet: Cuma Mau Angpau Aja Kan
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
-
Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
-
Skandal Sepak Bola China: Eks Everton dan 72 Pemain Dijatuhi Sanksi Seumur Hidup
Terkini
-
PKS Dukung Ambang Batas Parlemen Tetap Ada, Kritisi Usul Fraksi Gabungan Partai
-
Dilantik Jadi P3K Paruh Waktu, Nurul Akmal: Alhamdulillah, Tapi Kayak Gak Adil
-
Digerebek di Fly Over Hingga Kontrakan, Polda Metro Sikat Jaringan Sabu 5,3 Kg di Tangsel
-
Kisruh Dana Kolegium Dokter Indonesia, PP PDUI Laporkan Eks Ketua dan Bendahara ke Polisi
-
Heboh Isu Reshuffle Kabinet, Mensesneg Sebut Evaluasi Menteri Tiap Hari, Ganti Jika Perlu
-
6 Fakta Krusial Pengumuman Seleksi Administrasi PPPK KemenHAM 2026 Hari Ini, Lolos atau Tidak?
-
Bareskrim Turun Tangan! Isu Saham Gorengan Diselidiki Usai IHSG Terjun Bebas
-
Kritik Wacana Pengganti PT, Said Abdullah: Indonesia Multikultural, Tak Cocok Kawin Paksa Fraksi
-
Jampidsus Geledah Rumah Eks Menteri dan Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Kemenhut
-
Kemenko Kumham Imipas dan LPSK Perkuat Sinergi Keadilan Restoratif bagi Pemulihan Korban