Suara.com - KPK sudah menyelesaikan berkas perkara dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT. Dirgantara Indonesia periode 2007-2017 yang menjerat Direktur Utama (nonaktif) PT. PAL Indonesia Budiman Saleh. Tim penyidik KPK telah memeriksa sedikitnya 112 saksi.
Pelaksana tugas juru vicara KPK Ali Fikri berkata, “Setelah sebelumnya dinyatakan berkas perkara penyidikan lengkap, hari ini Senin (1/3/2021) tim penyidik KPK melaksanakan tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti kepada tim JPU dengan tersangka BS (Budiman Saleh) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan penjualan dan pemasaran di PT. DI (Dirgantara Indonesia) tahun 2007-2017,” kata Ali dalam keterangan tertulis, Senin (1/3/2021).
Setelah pelimpahan berkas, kewenangan penahanan Budiman Saleh beralih ke tim jaksa untuk 20 hari ke depan.
Persidangan akan diselenggarakan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Bandung setelah berkas perkara diserahkan.
Budiman Saleh merupakan mantan Direktur Aerostructure PT. DI 2007-2010, Direktur Aircraft Integration PT. DI 2010-2012, dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT. DI 2012-2017.
Budiman Saleh diduga melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Dalam kasus itu, KPK telah menyidik Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan DI 2007-2014 dan terakhir menjabat Direktur Produksi DI 2014-2019 Arie Wibowo, Direktur Utama Abadi Sentosa Perkasa, Didi Laksamana, dan Direktur Utama Selaras Bangun Usaha, Ferry Santosa Subrata.
Selain itu, mantan Direktur Utama DI Budi Santoso dan mantan Kepala Divisi Penjualan DI Irzal Rinaldi Zailani yang statusnya sudah menjadi dan saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.
Dalam konstruksi, Saleh disebut menerima kuasa dari Santoso untuk menandatangani perjanjian kemitraan dengan mitra penjualan.
Baca Juga: KPK Periksa Dua Saksi Kasus Bupati Muaraenim Juarsah
Selain itu, Saleh memerintahkan Zailani agar memproses lebih lanjut tagihan dari mitra penjualan meskipun mengetahui bahwa mitra penjualan tidak melakukan pekerjaan pemasaran.
Diduga kerugian negara kasus itu sekitar Rp202 miliar dan 8,6 juta dolar AS. Sedangkan Saleh diduga menerima aliran dana Rp686.185.000.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
KPK Minta Saksi Lapor ke Dewas Terkait Dugaan Penyidik Minta Uang Rp10 Miliar
-
Noel Minta Petinggi KPK Hadir di Sidang: Ada Apa dengan Ida Fauziyah?
-
BPK Periksa Gus Yaqut, KPK Tegaskan Sudah Ada Koordinasi
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Fakta Baru CCTV: Korban Kecelakaan Maut Transjakarta di Pondok Labu Sempat Sempoyongan
-
Fokus Kerja Dulu: Meski Didukung Relawan, Prabowo Kirim Pesan Mengejutkan Jelang Pemilu 2029
-
Jadwal Mudik Gratis Pemprov Jakarta, Perjalanan Balik ke Ibukota Juga Gratis
-
Detik-Detik Mengerikan! Tembok Pagar Raksasa Ambruk di SMPN 182 Kalibata, Kok Bisa?
-
BMKG: Cuaca Hari Ini Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hampir di Semua Daerah
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer