Suara.com - Kementerian Kesehatan hingga saat ini belum menemukan asal muasal empat kasus baru positif Covid-19 varian B117 asal Inggris di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pelacakan kontak atau tracing terhadap keempatnya, sehingga belum diketahui empat kasus ini masuk dari mana.
"Empat kasus belum tahu masuk dari mana, sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Nadia melalui pesan singkat kepada Suara.com, Selasa (9/3/2021).
Selain itu Nadia juga belum bisa memastikan apakah varian B117 sudah menjadi penularan local (local transmition) atau masih penularan dari luar negeri (imported case).
"Ini sedang ditracing oleh tim," tegasnya.
Terkait waktu pengumuman kasus, dia menjelaskan meski mutasi B117 Inggris sudah masuk sekitar awal Januari 2021, diperlukan waktu proses uji whole genom sequencing (WGS) untuk memastikan varian virus sekitar dua sampai tiga pekan, sehingga baru diumumkan awal Maret 2021.
"Karena proses ini bukan pemeriksaan rutin tapi pemeriksaan surveilens genetik virus, dan ini tidak mudah pemeriksanya, dan rata rata butuh 2-3 minggu untuk kepastian hasilnya,' tutup Nadia.
Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa telah ditemukan empat kasus baru positif Covid-19 varian B117 asal Inggris di Sumatera Selatan pada 11 Januari 2021, Kalimantan Selatan (6 Januari), Kalimantan Timur (12 Januari), dan Sumatera Utara (28 Januari).
Meski begitu Budi menegaskan semuanya telah menjalani karantina dan sudah sembuh dari Covid-19.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Ungkap Hasil Tracing Dua Kasus Corona B117 di Karawang
Selanjutnya, Kemenkes akan melakukan tracing terhadap seluruh kontak erat dari keempat orang tersebut untuk memastikan varian B117 tidak semakin menyebar.
Dengan demikian, tercatat sudah ada enam kasus Covid-19 varian B117 asal Inggris di Indonesia sejak dua kasus di Brebes dan Karawang diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari Ini 2 April, Termasuk Jateng DIY
-
Damkar Kota Bekasi: Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Imbas Arus Pendek Listrik
-
Gempa M 7,6 di Sulut - Malut, Getarannya Terasa hingga Gorontalo
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut - Malut, 2 Warga Manado Jadi Korban
-
Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, 12 Orang Luka Bakar hingga 70 Persen
-
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Warga Terdampak Didata
-
Gudang Elpiji di Bekasi Meledak dan Terbakar, Warga Panik Berhamburan
-
Usai Akui Ijazah Jokowi Asli, Pelapor Sepakat RJ Rismon, Kasus Segera SP3?
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan