Suara.com - Seorang ibu tega meninggalkan bayinya dalam kondisi udara yang sangat dingin hingga tewas hanya untuk mewarnai rambutnya.
Menyadur The Sun, Selasa (16/3/2021) insiden tersebut bermula saat ibu yang hanya diidentifikasikan sebagai Yulia kembali dari rumah temannya untuk mewarnai rambutnya pada dini hari.
Ibu 28 tahun yang tinggal di kota kecil Kamianka-Dniprovska, Ukraina selatan tersebut mendapati bayinya tidak sadarkan diri dan segera memanggil ambulans.
Setibanya di rumahnya, paramedis memeriksa bayi itu dan menyimpulkan bahwa dia telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan. Mereka melaporkan kasus tersebut ke polisi.
Polisi kemudian menemukan Yulia telah meninggalkan bayi laki-laki dan seorang anak perempuan berusia dua tahun sendirian di rumah mereka yang tidak dilengkapi alat pemanas sementara suhu di luar turun hingga -4C.
Menurut laporan, Yulia meninggalkan kedua anaknya dan menghabiskan waktunya hanya untuk menata rambut dengan seorang teman wanita.
"Saya memberi makan anak-anak dan menidurkan mereka. Lalu saya pergi ke seorang teman untuk meluruskan dan mewarnai rambut saya," jelas Yulia.
"Ketika saya kembali ke rumah, saya menemukan anak saya meninggal." jelasnya.
Polisi juga menemukan bahwa Yulia tidak menyalakan tungku kayu untuk menghangatkan rumah sebelum pergi menemui tetangganya.
Baca Juga: Astaga! Jasad Bayi Ditemukan Dalam Tas di Sragen
Dia juga mengaku sempat pesta minuman keras di rumah temannya. Temannya, bernama Olena, mengonfirmasi pengakuan Yulia.
"Kami membeli enam liter bir, minum, lalu dia pulang." jelas Olena.
Pihak berwenang sedang menyelidiki kasus ini sebagai pembunuhan.
"Ibu dan kedua anaknya hidup dalam kondisi yang sangat tidak sehat tanpa sistem pemanas sentral dan listrik." jelas juru bicara polisi Olga Zinchenko.
Pemeriksaan forensik untuk menentukan penyebab pasti kematian bayi sedang dilakukan. Sang ibu terancam hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah.
Putri Yulia, dua tahun, yang menyaksikan kematian adik laki-lakinya, dibawa ke layanan sosial dan dirawat di rumah sakit setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!
-
Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon
-
Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!
-
Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz
-
Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas
-
Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan
-
Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta