- Wakil Presiden AS, JD Vance, memperingatkan Iran agar tidak menggagalkan negosiasi gencatan senjata akibat perselisihan mengenai status Lebanon.
- Pemerintahan Donald Trump membantah klaim Iran bahwa kesepakatan gencatan senjata mencakup komitmen penghentian serangan militer Israel di Lebanon.
- Ketegangan meningkat setelah serangan udara Israel di Beirut menewaskan 254 orang, memicu ancaman balasan dari Garda Revolusi Iran.
Suara.com - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, melontarkan peringatan keras kepada Iran terkait negosiasi gencatan senjata.
Wakil Donald Trump itu menyebut pihak Teheran akan sangat bodoh jika membiarkan kesepakatan batal hanya karena perbedaan pandangan soal Lebanon.
“Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal, hanya karena Lebanon, itu pilihan mereka. Kami pikir itu bodoh,” ujar Vance dilansir dari Aljazeera, Kamis (9/4).
Di sisi lain, Iran memiliki pandangan berbeda terkait isi kesepakatan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menegaskan bahwa Lebanon termasuk dalam cakupan gencatan senjata yang dimediasi oleh Shehbaz Sharif.
“Iran-AS sudah jelas: AS harus memilih antara gencatan senjata atau melanjutkan perang melalui Israel. Tidak bisa keduanya,” ungkap Araghchi.
Namun, pemerintahan Presiden Donald Trump membantah klaim tersebut.
Gedung Putih bersikeras bahwa tidak ada komitmen untuk menghentikan serangan Israel di Lebanon dalam kesepakatan itu.
“Saya pikir Iran mengira Lebanon termasuk dalam gencatan senjata, padahal tidak,” kata Vance.
Baca Juga: Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz
Di tengah ketegangan diplomatik, situasi di lapangan justru semakin memanas.
Serangan udara Israel di Beirut pada Rabu dilaporkan menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya, menjadikannya salah satu serangan paling mematikan dalam konflik terbaru.
Meski demikian, Vance mengklaim Israel telah berkomitmen untuk menahan diri demi menjaga peluang keberhasilan negosiasi.
“Mereka akan sedikit menahan diri di Lebanon,” ujarnya.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan kembali melakukan serangan jika agresi terhadap Lebanon tidak segera dihentikan.
Berita Terkait
-
Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz
-
Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas
-
Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan
-
Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
-
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
-
Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas
-
Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat
-
Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral
-
Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional
-
Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!
-
Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan