- Duta Besar UEA, Abdulla Salem AlDhaheri, menegaskan bahwa konflik dengan Iran merupakan masalah kedaulatan, bukan perang agama.
- Agresi Iran menyebabkan 13 warga sipil tewas serta kerusakan infrastruktur vital akibat serangan rudal dan drone di kawasan.
- Ketegangan di Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi global dan berdampak langsung pada kenaikan harga di Indonesia.
Suara.com - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan pernyataan tegas guna meluruskan narasi seputar eskalasi konflik di Timur Tengah.
Duta Besar UEA untuk RI, Abdulla Salem AlDhaheri, menegaskan bahwa ketegangan yang melibatkan Iran bukanlah perang agama, melainkan murni persoalan kedaulatan dan pelanggaran hukum internasional.
AlDhaheri membantah klaim sepihak Iran yang menyebut serangan mereka hanya menargetkan pangkalan militer. Berdasarkan data Pemerintah UEA, agresi tersebut justru menyasar infrastruktur sipil dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa di negara-negara tetangga.
"Oleh karena itu, izinkan saya menegaskan satu hal dengan sangat jelas: ini bukan konflik agama. Upaya untuk membingkai konflik ini sebagai perang agama adalah menyesatkan dan tidak mencerminkan realitas yang terjadi. Ini adalah persoalan keamanan, kedaulatan, dan hukum internasional, bukan agama," ungkap AlDhaheri di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Hingga 7 April 2026, AlDhaheri mengungkap sistem pertahanan udara UEA telah mencegat 520 rudal balistik, 26 rudal jelajah, dan 2.221 drone. Meski pertahanan udara bekerja efektif, puing-puing senjata yang jatuh di kawasan permukiman memicu dampak tragis.
"Hal ini mengakibatkan 13 warga sipil meninggal dunia, 217 orang luka-luka, serta kerusakan pada infrastruktur vital seperti bandara, pelabuhan, fasilitas energi, dan kawasan permukiman," jelasnya.
AlDhaheri menekankan bahwa pola ini menunjukkan pergeseran berbahaya Iran yang sengaja menargetkan stabilitas ekonomi kawasan.
Mengapa Negara Arab yang Diserang?
Statistik terbaru UEA menurut AlDhaheri juga menunjukkan fakta mengejutkan, di mana sekitar 85 persen rudal dan drone Iran justru diluncurkan ke arah negara-negara teluk (GCC) dan Yordania. Sementara itu, hanya sekitar 15 persen yang benar-benar diarahkan ke Israel.
Baca Juga: 5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi
"Berdasarkan realitas ini, saya mengajak seluruh negara di dunia Islam, termasuk Republik Indonesia dan rakyatnya yang ramah, untuk menilai situasi di Timur Tengah secara seimbang, tanpa dipengaruhi oleh narasi emosional yang bertentangan dengan fakta," tutur AlDhaheri.
Ia pun memuji sikap menahan diri yang ditunjukkan UEA, negara GCC, dan Yordania yang memilih tidak membalas dengan eskalasi serupa demi mencegah pecahnya perang terbuka.
"Kami meyakini bahwa kepemimpinan tidak diukur dari eskalasi, melainkan dari kemampuan untuk mencegah meluasnya konflik," tambahnya.
Dampak Nyata Bagi Ekonomi Indonesia
UEA juga memperingatkan bahwa konflik ini bukan sekadar urusan regional. Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi 20 persen pasokan minyak dan LNG dunia, kini berada dalam ancaman. Mengingat 80-90 persen ekspor tersebut menuju Asia, Indonesia pun terancam terkena dampak langsung.
Dampaknya meliputi lonjakan harga BBM, kenaikan biaya logistik, hingga tekanan berat pada rantai pasok global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!