-
Donald Trump menjamin keamanan Selat Hormuz pasca tercapainya gencatan senjata dua pekan dengan Iran.
-
Presiden AS menjanjikan potensi masa keemasan ekonomi dan rekonstruksi bagi wilayah Timur Tengah.
-
Stabilitas jalur maritim kembali dipulihkan setelah sebelumnya sempat lumpuh akibat konflik militer besar.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menyatakan komitmennya untuk mengurai kemacetan arus kapal di wilayah Selat Hormuz.
Langkah strategis ini diambil menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama empat belas hari antara Washington dan pihak Iran.
Trump optimis bahwa stabilitas keamanan di jalur perairan tersebut akan memicu pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi kawasan tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, sang Presiden memberikan sinyal positif terkait masa depan pemulihan ekonomi di wilayah konflik.
"Akan ada banyak aksi positif! Banyak uang akan dihasilkan. Iran bisa memulai proses rekonstruksi," kata Trump di platform Truth Social, dikutip dari Anadolu.
Pemerintah Amerika Serikat berencana untuk memfasilitasi pengiriman berbagai jenis komoditas penting guna mendukung proses pembangunan kembali.
Kehadiran armada Amerika di sekitar perairan strategis tersebut bertujuan untuk memastikan jalur logistik internasional tetap beroperasi tanpa hambatan.
Kesiapan militer dan logistik AS menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran distribusi barang yang selama ini tersendat akibat ketegangan.
Trump menekankan bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan demi menjamin keamanan setiap kapal komersial yang melintas di sana.
Baca Juga: Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
"Kami hanya akan berada di sekitar Selat Hormuz untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik," tambahnya.
Sebelum pengumuman gencatan senjata pada Selasa (7/4) lalu, Trump memang sempat memberikan peringatan keras kepada pihak berwenang Iran.
Ia menetapkan batas waktu tertentu bagi Iran untuk segera memulihkan akses navigasi di Selat Hormuz dan menyepakati perdamaian.
Visi besar Trump adalah menjadikan momen penghentian permusuhan ini sebagai titik awal kemakmuran jangka panjang di tanah Arab.
Pimpinan Amerika tersebut melabeli situasi perdamaian ini sebagai potensi "Masa Keemasan Timur Tengah" bagi seluruh negara yang terlibat.
Keterlibatan aktif Amerika Serikat dipandang sebagai upaya untuk mengamankan salah satu urat nadi perdagangan maritim terpenting di dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
-
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
-
Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas
-
Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat
-
Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral
-
Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional
-
Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!