Suara.com - Indonesia kembali harus berduka karena salah satu tokoh buruh yang cukup terkenal di era Presiden Soeharto, Muchtar Pakpahan, menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu 21 Maret 2021 pukul 22.30 WIB. Profil Muchtar Pakpahan pun kembali dikenang masyarakat.
Muchtar Pakpahan sendiri meninggal dunia akibat penyakit kanker yang dideritanya. Beliau dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta.
Berikut profil Muchtar Pakpahan secara singkat untuk mengenang masa hidupnya yang penuh perjuangan untuk kaum buruh.
Profil Muchtar Pakpahan
Lahir di Bah Jambi II, Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara, Muchtar Pakpahan merupakan salah seorang pendiri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia. SBSI ini sendiri didirikan pada tahun 1992, dan diketuai oleh beliau sejak berdiri hingga tahun 2003 lalu.
Hidup Muchtar Pakpahan sendiri erat dengan jeruji besi semasa ia aktif di serikat tersebut di era Presiden Soeharto. Setidaknya 3 kali sudah ia ditangkap aparat karena berbagai sebab terkait aktivitas buruh.
Pertama, pada Januari 1994, ia ditahan di Semarang. Kemudian pada Agustus 1994 ia kembali ditahan di Medan karena demonstrasi buruh, yang juga jadi demo buruh pertama di Indonesia.
Ketiga, ia kembali harus dipenjara pada Juli 1996 di LP Cipinang karena rangkaian disertasi yang ditulisnya. Meski demikian Muchtar Pakpahan tak pernah dikenang sebagai kriminal. Ia dipenjara akibat aktif memperjuangkan nasib buruh dan mengkritisi kebijakan pemerintah saat itu.
Baca Juga: Muchtar Pakpahan Meninggal, Presiden KSPI: Buruh Indonesia Berduka
Jika dilihat kembali ke belakang, jejak karirnya dimulai pada tahun 1978 ketika ia mulai menjadi pengacara. Kemudian pada 1981 ia mengajar sebagai dosen Fakultas Hukum di Universitas HKBP Nommensen Medan.
Ia mulai aktif di organisasi kemasyarakatan sejak 1982 ketika menjadi aktivis Kelompok Studi Penyadaran dan Pendampingan Masyarakat.
Selanjutnya ia mengajar di UKI Jakarta sebagai dosen mulai 1986. Kemudian menjadi advokat mulai 1987, sekretaris eksekutif di LPBH FAS pada 1988, tenaga pengajar di Universitas Tujuh Belas Agustus Jakarta (1989) dan dosen pembimbing disertasi di FH UI (1994).
Cukup panjang perjalanan dan perjuangan beliau semasa hidup untuk kesejahteraan kaum buruh. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Demikian profil Muchtar Pakpahan.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia, Presiden KSPI: Berkali-kali Dipenjara
-
Muchtar Pakpahan Meninggal, Presiden KSPI: Buruh Indonesia Berduka
-
Tokoh Buruh Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia
-
Rocky Gerung Sebut Aktivis Buruh yang Ketemu Rizieq Ngaku Radikal Atheis
-
Aktivis Buruh Temui Habib Rizieq Curhat UU Ciptaker, Ini Kata Rocky Gerung
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional
-
Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?
-
Dugaan Pelecehan 5 Santri Syekh Ahmad Al Misry, DPR Desak Polri Gandeng Interpol Seret SAM ke RI
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!
-
Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?