Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan penyuntikan vaksin Covid-19 bisa menyebabkan kerusakan sel otak dan sel darah.
Narasi tersebut dimuat oleh akun Facebook Mohamad Nasrun. Ia juga memuat sumber jurnal dalam unggahannya untuk meyakinkan pembaca.
Berikut narasi yang diunggah oleh akun tersebut:
"Allahuakhbar.
Darah berubah lepas kena…………..
BUKTI peksin MERUSAK SEL DARAH DAN SEL OTAK MANUSIA YG MENDAPAT peksin
Ini adalah hasil penelitian di laboratorium perbedaan antara sel darah orang yg belum di peksin dan sel darah orang lain yg sudah di peksin
Dan hasil nya mengejutkan.. sel darah orang yg sudah di peksin mengalami kerusakan dan perubahan.
sel sel darah orang yg sudah di peksin di kuasai oleh sesuatu yg aneh yg terkandung di dalam peksin
(Sample di ambil dari 3 orang berbeda.. 1 yg belum di fakfak, 2 lain nya yg udah di fakfak)
Dua paper penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal of Inorganic Biochemistry menyimpulkan bahwa alumunium adjuvant dalam peksin bersifat merusak sel sel di dalam otak yaitu pada sel neural dan sel endothelial microvessel.
Paper pertama melakukan pengujian toksisitas adjuvant alumunium terhadap genetik sel neural. Senyawa alumunium dalam adjuvant vaksin menyebabkan perubahan ekspresi genetik pada sel sel neural otak manusia sehingga menyebabkan kerusakan sel.
Paper kedua menguji dampak pemberian senyawa alumunium adjuvant pada peningkatan kadar CRP (C-Reactive Protein) pada sel endothelial di otak. Senyawa alumunium adjuvant dalam peksin menyebabkan kenaikan kadar CRP pada endothelial sel otak. CRP adalah biomarker/ indikator inflamasi pada sel endothelial otak.
Tidak heran kenapa para peneliti independen di luar negeri banyak yang mengkaitkan pemberian peksin yang mengandung adjuvant alumunium dengan penyakit alzheimer yang menyerang otak. Khususnya di negara amerika yang memiliki jumlah penderita alzheimer sangat banyak.
Baca Juga: CEK FAKTA: Pembukaan Misa Minggu di Vatikan Pakai Lagu Berbahasa Indonesia?
Hal ini disebabkan program peksin yang diterapkan pemerintah amerika jauh lebih banyak dibanding negara negara lain didunia, sehingga dampak negatif peksin di negara amerika juga terbanyak di dunia.
Sumber Journal:
1. https://sci-hub.se/10.1016/j.jinorgbio.2005.04.021
2. https://sci-hub.se/10.1016/j.jinorgbio.2015.07.013"
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Rabu (7/4/2021), klaim yang menyebut vaksin Covid-19 merusak sel otak dan sel darah adalah klaim yang keliru.
Setelah ditelusuri, unggahan serupa juga pernah beredar pada 1 April 2021, tepatnya satu hari sebelum akun tersebut mengunggah narasi tersebut.
Dikutip dari Liputan6.com, edukator dan relawan tim penanganan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda'i menjelaskan aluminium yang disebutkan unggahan tersebut berfungsi untuk membuat kemampuan vaksin menjadi lebih efektif.
Hal ini mengindikasikan aluminium dalam vaksin Covid-19 tidak merusak sel otak dan sel darah, namun justru membantu meningkatkan kemampuan kerja vaksin.
Hingga kini belum ditemukan penelitian yang menyebut vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan sel otak dan sel darah.
Meskipun akun tersebut menyertakan tautan jurnal, ternyata isi jurnal tersebut tidak ada kaitannya dengan Covid-19.
Jurnal tersebut menjelaskan mengenai hubungan antara aluminium dengan Alzheimer dan peningkatan CRP secara umum.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut vaksin Covid-19 merusak sel otak dan sel darah adalah klaim yang salah.
Klaim tersebut merupakan klaim hoaks yang masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak