Suara.com - Seorang pria di Amerika Serikat yang mendekam 44 tahun di penjara dinyatakan bebas dan mendapat kompensasi Rp 10 miliar, namun ia masih menuntut lebih dari itu.
Menyadur CNN, Senin (12/4/2021) Ronnie Long mendekam di penjara di North Carolina selama 44 tahun karena kejahatan yang tidak dilakukannya.
Long, pria Afro-Amerika, dituduh memperkosa seorang wanita kulit putih pada tahun 1976. Hakim memutuskan dia bersalah atas pemerkosaan dan perampokan dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.
Setelah mempertahankan ketidakbersalahannya, dan mengejar banding seumur hidup dan menolak mosi, dia dibebaskan dengan pengampunan dari gubernur pada Desember 2020 setelah pengadilan menemukan kesalahan pada hukuman Long.
"Setetes pengungkapan pasca-persidangan telah menemukan pola yang mengganggu dan mencolok dari penindasan polisi yang disengaja terhadap bukti material," tulis Hakim Pengadilan Banding AS Stephanie Thacker.
Setelah dibebaskan Long mendapatkan kompensasi sebesar 750.000 dolar atau sekitar Rp 10,9 miliar, namun ia masih menuntut lebih dari itu.
Hukum North Carolina menyatakan jika Long harus diberi kompensasi 50.000 dolar (Rp 730 juta) per tahun, namun membatasi hingga 750.000 dolar. Itu berarti dalam kasus Long, dia hanya diberi kompensasi selama di penjara 15 tahun.
"Meskipun bersyukur bahwa Tuan Long menerima 750.000 dolar sebagai kompensasi, jumlah tersebut sama sekali tidak cukup untuk mengkompensasinya setelah mengambil lebih dari 44 tahun kebebasannya," kata Jamie Lau, pengacara Long kepada CNN.
"Dia berada di dalam sangkar ketika kedua orang tuanya meninggal; ketika putranya berulang tahun dan lulus. Dia kehilangan segalanya selama 44 tahun itu, dan tentu saja dia pantas mendapatkan lebih dari yang dia terima." jelasnya.
Baca Juga: Menang di MA, KPK Sebut Lucas Sudah Dibebaskan dari Lapas Tangerang
Long mengatakan kepada CNN bahwa dia akan melawan hukum dan mendapatkan apa yang layak dia dapatkan dari negara bagian yang dia yakini sengaja memenjarakannya.
"Segala sesuatu yang terjadi untuk menempatkan saya di balik jeruji besi memang disengaja," kata Long.
"Bagaimana Anda bisa mengatakan hidup saya hanya bernilai 750.000 dolar? Seharusnya tidak pernah ada batasan pada kehidupan seseorang." sambungnya.
Jamie Lau setuju bahwa hukum perlu ditinjau dan diperbaiki karena Long bukan satu-satunya yang tertimpa kasus seperti ini.
Setidaknya dua pria dibebaskan setelah lebih dari 44 tahun penjara, yang menyoroti ketidakcukupan undang-undang kompensasi, katanya.
“Ini juga waktunya untuk meninjau kembali undang-undang kompensasi secara keseluruhan, karena Gubernur seharusnya tidak memiliki kewenangan penuh atas siapa yang menerima dan tidak menerima kompensasi. Proses peninjauan yang tidak politis harus dilakukan sehingga semua laki-laki dan perempuan yang telah salah dihukum memiliki kesempatan yang adil untuk mendapatkan kompensasi." jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali
-
UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir
-
Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda
-
Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat
-
Bulan Bintang Kembali Berkibar di Aceh, Ada Apa di Balik Kericuhan?
-
Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan
-
Ramalan Shio Hari Ini 20 Agustus 2026 Lengkap: Keputusan Besar Menanti, Siapa Paling Hoki?
-
Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan
-
Harga Beda Tipis, Ini iPhone yang Paling Menarik Dibeli di 2026
-
Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya