Suara.com - Terdakwa Ardian Iskandar Maddanatja membongkar tiga nama yang disebut sebagai 'broker bansos' dalam pendistribusian paket sembako covid-19 di Kementerian Sosial tahun 2020 yang telah berujung rasuah.
Hal itu disampaikan Ardian saat menbacakan peldoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (26/4/2021).
Direktur Utama PT. Tigapilar Agro Utama itu menjelaskan sejak awal sidang saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa selama bahwa banyak sekali menyampaikan komunikasi dengan Direktur Jenderal Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazarudin.
Apalagi tiga orang broker bansos itu disebut dapat langsung pula berkomunikasi dengan dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.
"Itu adalah saudari Nuzulia Hamzah Nasution, Helmi Rivai dan saudara Budi Nauli Batubara. Mereka dengan sebutan 'broker bansos', otak yang merencanakan sampai dengan mendapatkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) dan Surat Pesanan (SP) dari Kemensos RI yanpa melibatkan saya sama sekali," ucap Ardian.
Apalagi, kata Ardian, perusahaannya baru dilibatkan oleh tiga orang yang disebut 'broker bansos' ketika saat SPPBJ dan SP terbit. Ardian juga mengatakan jika tiga 'broker bansos' itu juga mengajukan perusahaan agar dapat menjadi penyedia paket sembako.
"Sejak awal penyidikan saya sudah mengakui bahwa saya terseret masuk dalam pusaran tindak pidana korupsi, dimana saya baru mengenal lebih dekat dengan saudara Matheus saat mengurus tagihan tahap 9 dan juga tahap 10 dimana saya diminta oleh Broker Bansos untuk menyerahkan 2 kali uang fee kepada yang bersangkutan," ucap Ardian
Di sisi lain, kata Ardian, 'broker bansos' justru menikmati keuntungan yang sangat besar, yakni Rp 1.349.000.000 dari success fee yang kami berikan.
"Saat ini broker bansos masih bersuka-cita karena sama sekali tidak tersentuh oleh jeratan hukum, sementara saya yang sudah bekerja keras agar pengadaan paket Bansos sukses terlaksana," ungkap Ardian.
Baca Juga: Suap Bansos: Dirjen Linjamsos Kecipratan Rp1 M, Sekjen Kemensos Rp200 Juta
Apalagi, Ardian kini sudah menjadi terdakwa dan mendekam kurang lebih hampir lima bulan di Rutan KPK.
"Dicela oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak dapat melaksanakan kewajiban saya dalam memberikan nafkah kepada istri, anak dan orang tua, dan dalam waktu dekat saya harus menerima hukuman yang akan diputuskan oleh Majelis Hakim Yang Mulia. Menurut saya hal ini sangat ironis," kata Ardian
Maka itu, ia memohon kepada majelis hakim agar memberikan putusan seadil-adilnya. Ardian juga mengklaim sama sekali tidak mempunyai niat jahat untuk mengambil keuntungan dalam pelaksanaan pengadaan paket Bansos dalam kondisi perekonomian masyarakat sedang sulit sebagai dampak meluasnya penyebaran pandemi Covid-19.
"Adapun niat jahat untuk mengambil keuntungan tersebut menurut saya lebih tepat ditujukan kepada Broker Bansos dan Oknum dari Pejabat di Kemensos RI," kata dia.
Dalam tuntutan Jaksa KPK, Ardian dituntut empat tahun penjara.
Selain pidana badan, penyuap eks Menteri Sosial Juliari P Batubara juga harus membayar denda Rp 100 juta, subsider empat bulan kurungan penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura
-
Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito