Suara.com - Kementerian Pertanian berupaya mengatasi kekurangan pengairan sepanjang musim pertanian di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melalui pembangunan embung dan dam parit, yang salah satunya dilaksanakan dilaksanakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Karya Mekar di Desa Karya Sari, Kecamatan Rengas Denglok.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pemerintah harus melakukan upaya antisipasi perubahan iklim terutama kemarau. Karena memang manfaat infrastruktur air seperti embung, dam parit maupun long storage baru terasa ketika kemarau datang.
"Bangunan air seperti embung dan dam parit akan bermanfaat meskipun debit air kecil, air masih bisa teralirkan ke sawah-sawah petani. Sehingga petani bisa menambah pertanaman dalam setahun, dari satu kali menjadi dua kali," jelas Syahrul, Rabu (5/5/2021).
Syahrul bilang, insfrastruktur air ini juga sangat berguna dalam pengelolaan air lahan kering maupun tadah hujan. Dirinya berharap masyarakat dan para petani bisa menjaga dan merawat apa yang telah dibangun oleh pemerintah.
"Saya pesan kepada petani dan masyarakat agar menjaga dan memelihara embung dengan baik. Jangan sampai rusak atau terbengkalai karena ini kan manfaatnya selain buat petani juga masyarakat bisa menggunakan air di sini saat kekeringan," tuturnya.
Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, pembangunan embung masih diandalkan untuk mengantisipasi musim kering di tahun 2021. Pembangunan itu diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.
"Program pembangunan embung itu merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber mata air di tempat lain. Sehingga, ke depan, program embung mampu mengantisipasi kekeringan di lahan pertanian kita," kata Sarwo.
Menurut Sarwo, pembuatan embung sangat diperlukan. Jika musim hujan lahan tidak terendam air, di musim kemarau saat air dari irigasi tidak mencukupi maka embung bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mengairi lahan padi atau tanaman pertanian lainnya.
"Kami meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif," pungkasnya.
Baca Juga: Kepala BPS: Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif
Ketua poktan Karya Mekar, Dedi Rohadi menyampaikan terima kasih kepada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian. Menurutnya, selain bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan air tanaman, genangan air dam parit juga bermanfaat mengendalikan tikus yang biasa bersembunyi di lubang-lubang di sungai.
Kondisi lahan pertanian di Desa Karya Sari adalah hamparan sawah datar beririgasi dan terdapat sungai yang mengalir sebagai saluran drainase. Pada musim kemarau, lahan pertanian yang jauh dari saluran irigasi tidak cukup mendapatkan air untuk pertanaman seperti Kelompok Tani Karya Mekar.
"Untuk memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau, kami biasanya mengambil air dari sungai alami dengan menggunakan pompa namun debitnya kurang mencukupi sehingga membutuhkan waktu lama untuk memompa yang berakibat meningkatnya biaya usahatani," jelasnya.
Dengan adanya dam parit yang dibangun pada sungai alami yang melewati lahan Kelompok Tani Karya Mekar, maka aliran air dapat ditampung dan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air lahan mereka yang mencapai luas 40 ha terutama pada musim kemarau.
"Selain Poktan Karya Mekar, tampungan air dam parit juga dimanfaatkan kelompok tani di seberang sungai yang terdapat dam parit yang dikelola Poktan Liosari 1 seluas kurang lebih 40 ha juga. Pemanfaatan air dam parit untuk usahatani dilakukan menggunakan pompa air," ungkapnya.
Konstruksi pembangunan dam parit ini memiliki dimensi lebar 13 m, dalam 3 m. Konstruksi dam parit selesai dibangun bulan Juni 2020 dan sudah dapat dimanfaatkan untuk pertanaman MT II musim kemarau April – September. Pola tanam yang biasa dilakukan kelompok tani adalah padi–padi–palawija atau padi–padi–bera.
Berita Terkait
-
Kepala BPS: Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif
-
Tingkatkan Indeks Pertanaman, Petani di Karawang Gencarkan Program RJIT
-
Kementan Sebut Food Estate Kalteng akan Jadi Kiblat Lumbung Pangan Nasional
-
Agar Ketersediaan Pangan Terjaga, Wapres Ajak Masyarakat untuk Bertani
-
800 H Sawah di Sulsel Kekeringan, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet