Suara.com - Anggota Babinsa Ramil Semper Timur II/O5 Kodim Utara 0502 bernama Serda Nurhadi sempat diadang komplotan debt collector saat hendak mengantarkan warga ke rumah sakit. Sejak peristiwa itu viral, kawasan pintu masuk Tol Koja Barat, Jakarta Utara, sepi dengan orang-orang yang diduga debt collector.
Suara.com pada Senin (10/5/2021) mencoba menyusuri sepanjang jalan di lokasi kejadian. Pascakejadian tersebut, tidak terlihat orang-orang yang diduga sebagai debt collector berada di pinggir jalan.
Situasi di sekitar lokasi terpantau sepi. Pasalnya lokasi kejadian berada di pinggir jalan menuju pintu tol, sehingga tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar lokasi.
Di trotoar jalan, juga tidak ada aktivitas orang-orang yang berdagang maupun usaha lainnya. Praktis, hanya lalu lalang kendaraan roda dua maupun roda empat saja yang dapat dijumpai.
Meski telah berkali mondar-mandir di sekitar lokasi, nyatanya belum terlihat orang-orang yang diduga sebagai debt collector.
Diketahui, peristiwa pengadangan terhadap Serda Nurhadi terjadi di dekat pintu masuk Tol Koja Barat, Jakarta Utara, Kamis (6/5/2021) siang.
Antar Anak Sakit
Suara.com juga sempat menyambangi kediaman Nara di Jalan Jati II Nomor 60, RT. 01 RW. 05, Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, Nara beserta keluarga tidak berada di rumahnya.
Ketua RT 01, RW. 05, Nurcholis membenarkan jika Nara merupakan warga yang tinggal di kawasan tersebut. Kata dia, Nara beserta anak dan istri masih tinggal bersama orang tuanya.
Baca Juga: Akui Emosi, Debt Collector Ngaku Cegat Serda Nurhadi karena Capek Kerja
Terkait kejadian pengadangan yang terjadi pada Kamis pekan lalu, Nurcholis mengaku tidak mengetahui kronologi itu secara pasti. Dia hanya mengetahui jika yang bersangkutan hendak mengantar anaknya yang sakit ke rumah sakit.
"Kejadian persisnya saya memang kurang tahu. Infonya sih seperti itu (antar orang sakit), yang bersangkutan mau mengantar orang sakit, bocah," ungkap Nurcholis kepada Suara.com, Senin.
Nurcholis mengaku baru mengetahui kejadian itu pada Minggu (9/5/2021) setelah video pengadangan itu viral di media sosial. Saat itu, informasi tersebut dia dapat dari grup WhatsApp.
"Pokoknya saya kemarin lihat di grup kemarin hari minggu karena videonya viral," sambungnya.
Nurcholis melanjutkan, Nara selaku warga juga tidak pernah melaporkan kejadian ini pada pihak RT maupun RW. Sebab, yang bersangkutan juga dikatakan jarang keluar dari rumahnya.
"Pihak RT maupun RW tidak ada yang tahu soal pengadangan itu, karena beliau ibaratnya juga tidak pernah sowan ke rumah, tidak pernah menjelaskan kalau mobil itu kredit atau bagaimana. Kami tidak tahu, masalahnya tertutup juga, jarang keluar. Paling beliau hanya sekedar bertegur sapa saja lah," pungkas Nurcholis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT
-
Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP
-
Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!