Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat gempabumi di Nias Barat berkekuatan magnitudo 7,2 kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 6,7. Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati menyatakan, bahwa pemutakhiran kekuatan gempabumi bukan berarti diralat.
Dwi mengungkapkan kalau sistem informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami Indonesia itu akan memberikan pengumuman pada menit ke-3 pasca kejadian. Pada menit tersebut, BMKG akan mendapatkan data dari sekitar 20 sensor yang terpasang.
Dwi menyebut kalau Indonesia memilih kepentingan keselamatan terlebih dahulu. Sehingga mengumumkan secara cepat dilakukan untuk kemudian nantinya bisa diperbarui pada menit-menit berikutnya.
"Sehingga kami keluarkan terlebih dahulu pada menit ke-3 buka, stabil itu setelah menit ke-15 baru diupdate. Jadi bukan diralat," kata Dwi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (14/5/2021).
Memang pengumuman yang disampaikan pada menit ke-15 akan disertai data lebih komplit karena ratusan sensor sudah bisa masuk. Akan tetapi apabila menunggu hingga menit ke-15, maka akan berisiko banyaknya korban berjatuhan.
"Kalau magnitudo dihitung stabil pada menit ke-15, tsunami bisa datang pada menit ke-2. Jadi tidak ada gunanya istilah peringatan dini kalau menunggu stabil pada menit 15," ujarnya.
Indonesia dan Jepang misalnya dituntut untuk memberikan informasi pada menit ke-3, maksimal menit ke-4. Kondisi tersebut berbeda dengan Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey) dan Jerman yang masing-masing memberikan informasi pada menit ke-15 dan 20.
Dampak dari mementingkan kecepatan itu bisa terlihat dari besaran magnitudo yang kemudian berubah disetiap menitnya. Hal itu dikarenakan menit awal, pihak BMKG baru menerima data dari sebagian sensor.
"Jadi, pada menit ke-3, jumlah data yang masuk itu jumlahnya baru sebagian data. Karena pada umumnya seluruh data itu bisa masuk dan dihitung secara stabil itu pada menit ke-15 seperti yang dilakukan USGS ataupun oleh Jerman pada menit yang lebih dari 15."
Baca Juga: Gempa Susulan Masih Terjadi, BMKG Minta Warga Nias Cek Ketahanan Rumah
Sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa tektonik mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera berkekuatan M 7,2 namun kemudian dimutakhirkan.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan M 7,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 6,7," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya.
Gempabumi berpusat di koordinat 0,2 Lintang Utara dan 96,69 Bujur Timur. Tepatnya, pusat gempabumi berlokasi di laut pada jarak 125 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi