Suara.com - Dua puluh lima tahun lalu, program Panorama milik BBC berhasil melakukan wawancara dengan narasumber yang paling dicari oleh media di dunia: Diana, Princess of Wales. Sekarang, putranya sekaligus pewaris takhta Inggris, Pangeran William dan juga Pangeran Harry melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada institusi media ini atas wawancara tersebut.
Program Panorama yang ditonton oleh 23 juta orang di Inggris itu menjadi momen yang menentukan bagi reporter Martin Bashir.
Namun setelah tuduhan bahwa Bashir mengecoh sang putri agar mendapat kepercayaannya kembali muncul tahun lalu, BBC membuka penyelidikan independen yang dipimpin oleh mantan hakim Mahkamah Agung, Lord Dyson.
Hasil penyelidikan itu menyatakan Bashir sebagai reporter yang "tidak dapat diandalkan", "licik", dan "tidak jujur".
Bashir dikatakan menggunakan taktik menipu untuk mendapatkan wawancara dengan Diana, kemudian berbohong kepada para manajer BBC.
Pasca penyelidikan tersebut, BBC kemudian merilis "permintaan maaf tanpa syarat" atas cara Bashir mendapatkan wawancara dengan Putri Diana.
Apa yang dikatakan Putri Diana kepada Panorama?
Wawancara yang disiarkan pada akhir 1995 dalam program Panorama itu adalah berita besar bagi BBC.
Belum pernah ada sebelumnya seorang anggota kerajaan aktif yang berbicara dengan begitu jujur di depan kamera tentang kehidupan sebagai Keluarga Kerajaan maupun hubungannya dengan bangsawan lain.
Dalam wawancara tersebut, Putri Diana:
Baca Juga: Gegara Isu Rasisme, Pangeran Harry Takut Meghan Bernasib Sama Seperti Diana
- mengaku berselingkuh
- berkata bahwa perselingkuhan Pangeran Charles dengan Camilla Parker Bowles (kini menjadi istrinya, dengan gelar Duchess of Cornwall) telah membuat dirinya merasa tidak berharga
- berujar tentang adanya "tiga orang" dalam pernikahannya
- mengaku pernah mengidap bulimia dan menyakiti diri sendiri
- secara tak langsung berkata bahwa Pangeran Charles tidak akan bisa menjadi seorang raja
- berkata bahwa staf kerajaan Pangeran Charles melakukan penentangan terhadap dirinya
Lebih dari 20 juta orang menonton wawancara yang mengakibatkan kontroversi besar-besaran itu.
Tak lama setelah tayangan itu mengudara, Ratu Elizabeth menulis surat kepada Pangeran Charles dan Putri Diana, meminta mereka untuk bercerai.
Siapa Martin Bashir?
Pada 1995, saat terungkap bahwa Bashir berhasil mendapatkan wawancara dengan Putri Diana, banyak yang terkejut. Bashir kala itu adalah reporter junior dan tidak diketahui memiliki latar belakang atau kontak dekat dengan Kerajaan Inggris.
Namun informasi bahwa Lady Diana bersedia diwawancara menutupi pertanyaan tentang bagaimana Bashir mendapat kepercayaan sang narasumber.
Beberapa tahun setelah wawancara tersebut, Bashir bekerja untuk program ITV, Tonight With Trevor McDonald, dan sejumlah jaringan televisi di Amerika Serikat.
Dia kembali ke Inggris pada 2016 dan kembali bekerja untuk BBC sebagai editor di bidang keagamaan — posisi yang kemudian ditinggalkannya saat ia mengundurkan diri karena kesehatan yang memburuk pada pertengahan Mei lalu.
Baca juga:
- Pangeran William: 'Kebohongan BBC merusak hubungan orang tua saya'
- Meghan Markle dan Putri Diana: Bagaimana pers menulis tentang mereka
- Pangeran Harry sempat 'tak memproses' kesedihan atas kematian Puteri Diana
Apa yang dilakukan Martin Bashir?
Laporan yang disusun oleh Lord Dyson mengatakan Bashir menggunakan tipuan untuk mendapatkan wawancara dengan Diana.
Dia menunjukkan laporan rekening koran palsu kepada Earl Spencer, adik laki-laki Diana, yang seakan-akan memperlihatkan bukti pembayaran oleh sebuah surat kabar serta dinas intelijen kepada mantan anggota stafnya untuk memonitor gerakan Putri Diana.
Ini, sebut laporan Lord Dyson, dilakukan Bashir untuk mendapatkan kepercayaan Earl Spencer sehingga ia mau memperkenalkan dirinya kepada Diana.
Lord Dyson mengatakan ia tidak yakin kapan persisnya "informasi" palsu itu diciptakan. Namun, penyelidikan BBC menunjukkan informasi soal rekening koran itu dibuat tak lama setelah pertemuan pertama Spencer dan Bashir.
Bashir mengakui bahwa rekening koran abal-abal tersebut dibuat oleh anggota tim grafis yang juga bekerja di BBC.
Meski begitu, saat ditanyai oleh jajaran pimpinan di BBC, Bashir berulang kali menyangkal telah memperlihatkan laporan palsu itu kepada Earl Spencer.
Laporan penyelidikan menuliskan bahwa Bashir "berbohong dan terus mempertahankan kebohongannya sampai ia menyadari kebohongan itu tidak dapat dilanjutkan lagi. Ini adalah perilaku paling tercela dan menimbulkan keraguan besar atas kredibilitasnya secara umum".
Apa kata laporan itu tentang BBC?
BBC mendapatkan kritik keras dalam laporan itu.
Setelah keberadaan rekening koran palsu itu dipublikasikan oleh surat kabar Mail pada Minggu, di awal 1996, penyelidikan internal menyatakan Bashir, program Panorama, dan BBC News tidak bersalah.
Direktur pemberitaan yang menginisiasi penyelidikan pada saat itu adalah Tony Hall, sekarang bergelar Lord Hall, yang kemudian menjadi direktur jenderal BBC.
Meski begitu, Laporan Dyson mengatakan bahwa penyelidikan internal tersebut tidak memadai karena tidak mewawancarai Earl Spencer — sesuatu yang disebut sebagai "kesalahan besar" oleh Dyson.
Dyson juga berkata penyelidikan terdahulu tidak memperlakukan Bashir dengan "skeptisisme dan kewaspadaan yang diperlukan", mengingat Bashir sebelumnya telah mengaku memalsukan rekening koran (sesuatu yang merupakan pelanggaran serius dari aturan BBC) dan tidak dapat memberikan "alasan yang masuk akal" mengapa dia melakukannya.
Laporan Dyson juga mengatakan BBC menutup-nutupi fakta tentang bagaimana Bashir mendapatkan wawancara tersebut.
Dyson juga mengkritik BBC karena mengelak memberikan peryataan kepada pers, dan mengatakan, "tanpa pembenaran, BBC telah gagal memenuhi standar integritas dan transparansi yang merupakan ciri khasnya".
Bagaimana tanggapan BBC atas laporan tersebut?
BBC mengatakan laporan tersebut memperlihatkan "kegagalan yang jelas" dan meskipun sekarang BBC telah menetapkan prosedur yang lebih baik, "aturan yang ada di waktu itu seharusnya dapat mencegah wawancara didapatkan dengan cara seperti itu.
"BBC seharusnya berusaha lebih keras untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi kala itu dan lebih transparan tentang apa yang mereka ketahui."
Martin Bashir telah meminta maaf atas rekening bank palsu — yang dikatakannya sebagai "hal bodoh untuk dilakukan" — tetapi disebutnya tak ada sangkut-paut dengan keputusan Putri Diana untuk setuju diwawancarai olehnya.
Dalam sebuah pernyataan, Lord Hall mengakui kesalahannya telah "menganggap apa yang dikatakan [Martin Bashir] benar" pada waktu itu.
Apa yang dikatakan Keluarga Kerajaan?
Pangeran William dan Pangeran Harry telah berbicara tentang rasa sakit hati yang mereka rasakan akibat wawancara tersebut.
Pangeran William berkata bahwa Diana "dikecewakan bukan hanya oleh seorang reporter yang kelewat batas, tapi juga oleh para pemimpin BBC yang memilih melihat ke arah lain ketimbang mengajukan pertanyaan-pertanyaan keras".
William juga berkata wawancara tersebut memberi "kontribusi besar atas memburuknya hubungan orang tua saya".
Pangeran Harry berkata bahwa "efek riak dari budaya eksploitasi dan praktik tidak etis" pada akhirnya merenggut nyawa ibunya.
Bagaimana Putri Diana meninggal dunia?
Putri Diana adalah ibu dari Pangeran William dan Pangeran Harry.
Dia menikah dengan Pangeran Wales, pewaris takhta Kerajaan Inggris, di Katedral St.Paul di London, pada 1981.
Pasangan ini berpisah pada 1992 dan bercerai pada 1996.
Sang Putri meninggal dunia pada 1997, setelah mobil yang ia tumpangi mengalami kecelakaan di terowongan Pont de l'Alma di Paris.
Temannya, Dodi Al Fayed, dan sopir mereka, Henri Paul, juga meninggal dunia pada kecelakaan itu.
Pengawal Al Fayed, Trevor Rees-Jones, selamat.
Penyelidikan menunjukkan adanya kandungan 175 miligram alkohol per 100 mililiter dalam darah Paul, yang menurut hukum Prancis, melebihi batas yang diperbolehkan.
Saat ia mengebut untuk melarikan diri dari kejaran fotografer yang mengikuti mobil mereka, ia kehilangan kendali dan mobil menabrak ke pilar beton.
Berita Terkait
-
Masih 28 Tahun, Istri Zohran Mamdani Wali Kota Muslim New York Disebut Punya Aura Putri Diana
-
Meghan Markle Bikin Geram Pangeran William: Video di Terowongan Diana Jadi Sorotan!
-
Fakta Pendidikan Ayu Ting Ting, Biduan yang Adabnya Boleh Diadu dengan Putri Diana
-
Harga Anting Kate Middleton Saat Kunjungi RS Kanker: Warisan Putri Diana yang Hidup Kembali
-
Wulan Guritno Bagikan Foto Masa Muda Sang Mama di Hari Ibu, Netizen Sebut Cantiknya Mirip Putri Diana
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi
-
Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?
-
Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia
-
Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran
-
Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite
-
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
-
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut
-
Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar