Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut hasil autopsi Pendeta Yeremia Zanambani (68) diperkirakan keluar dua bulan mendatang.
Hasil autopsi nantinya diharapkan dapat menjadi titik terang penyebab kematian Pendeta Yeremia.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, autopsi jenazah Pendeta Yeremia telah dilakukan pada Sabtu (5/6) kemarin.
Pelaksanaannya dilakukan oleh ahli forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polda Papua serta disanksi oleh Komnas HAM.
"Hasil autopsi ini kemungkinan antara satu sampai dua bulan," kata Anam saat jumpa pers secara daring, Minggu (6/6/2021).
Anam menjelaskan proses autopsi memakan waktu cukup lama lantaran ada beberapa bagian sampel yang diambil untuk membuktikan secara saintifik penyebab kematian Pendeta Yeremia.
Misalnya, apakah yang bersangkutan meninggal karena pendarahan akibat luka tembak atau ada penyebab lainnya.
"Ada beberapa bagian yang memang diambil dan memakan waktu secara saintifik untuk dibuktikan, apakah betul mati karena pendarahan akibat tembakan atau kematian yang lain. Apakah betul ada tindakan-tindakan kekerasan lain di luar soal penembakan itu. Nah itu diuji saintifik," katanya.
Terduga Pelaku
Pendeta Yeremia sebelumnya ditemukan tewas dengan luka tembak dan luka tusuk di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Sabtu (19/9/2020) lalu. Dia ditemukan tewas oleh istrinya di dekat kandang babi miliknya.
Baca Juga: Kapolri Tidak Bisa Atur Media
Berdasar hasil investigasi, Komnas HAM menyebut terduga pelaku pembunuh Pendeta Yeremia ialah Wakil Danramil Hitadipa, Alpius. Pendeta Yeremia bahkan diduga disiksa terlebih dahulu sebelum ditembak dari jarak dekat.
"Potensial ditemukan tindakan lain berupa jejas intravital pada leher, luka pada leher bagian belakang berbentuk bulat dan pemaksaan korban agar berlutut untuk mempermudah eksekusi. Diduga terdapat kontak fisik langsung antara korban dengan terduga pelaku saat peristiwa terjadi," beber Anam saat jumpa pers, pada Senin (2/11/2020) lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing