Suara.com - SIMAK UI atau Seleksi Masuk Universitas Indonesia untuk prodi Saintek sudah dibuka dari 3 Mei sampai 9 Juni 2021. Berikut ini daftar 10 Prodi Saintek di SIMAK UI yang super ketat.
Seperti yang kita tahu, UI menjadi salah universitas terbaik Indonesia yang setiap tahunnya tidak pernah sepi peminat. Bagi yang akan mendaftar jalur SIMAK UI pastikan untuk mempersiapkan diri secara matang.
Adapun pendaftaran SIMAK UI ini hanya dibuka untuk jenjang Vokasi (D3), S1 Reguler, S1 Paralel, dan Kelas Internasional, dengan seleksi yang super ketat.
Keketatan ini maksudnya yaitu persentase jumlah calon mahasiswa yang lolos berbanding dengan jumlah yang mendaftar. Jadi, semakin tinggi persentase, maka semakin rendah daya saingnya. Begitu pun sebaliknya.
Daftar Prodi Saintek di SIMAK UI yang Super Ketat
Nah, bagi para calon mahasiswa, simak berikut ini daftar 10 Prodi Saintek di SIMAK UI 2021 yang super ketat.
1. Gizi
- Peminat SIMAK UI 2020: 2830
- Keketatan: 1,1 %
- Kuota SIMAK UI 2021: 23 kursi
2. Farmasi
- Peminat SIMAK UI 2020: 3401
- Keketatan: 1,2 %
- Kuota SIMAK UI 2021: 45 kursi
3. Pendidikan Kedokteran
Baca Juga: Peringkat Kampus UI Anjlok di Bawah Malaysia, Fadli Zon: Mungkin Terlalu Dekat Kekuasaan
- Peminat SIMAK UI 2020: 8589
- Keketatan: 1,2 %
- Kuota SIMAK UI 2021: 90 kursi
4. Teknik Industri
- Peminat SIMAK UI 2020: 3774
- Keketatan: 1,3 %
- Kuota SIMAK UI 2021: 55 kursi
5. Pendidikan Dokter Gigi
- Peminat SIMAK UI 2020: 4518
- Keketatan: 1,3 %
- Kuota SIMAK UI 2021: 55 kursi
6. Arsitektur
- Peminat SIMAK UI 2020: 2119
- Keketatan: 1,4 %
- Kuota SIMAK UI 2021: 25 kursi
7. Teknik Lingkungan
- Peminat SIMAK UI 2020: 1944
- Keketatan: 1,4 %
- Kuota SIMAK UI 2021: 35 kursi
8. Kesehatan Lingkungan
- Peminat SIMAK UI 2020: 1831
- Keketatan: 1,4 %
- Kuota SIMAK UI 2021: 28 kursi
9. Statiska
Tag
Berita Terkait
-
Dosen UI Beberkan 3 Kriteria Pemimpin HIPMI, Sebut Anthony Leong Paling Mendekati
-
UI Green Marathon 2026: Saleh Husin Siap Taklukkan 42 KM demi Masa Depan Mahasiswa
-
91 Persen Koruptor Laki-laki, Benarkah Perempuan Lebih Antikorupsi?
-
Bawa Segudang Perubahan, Ini Daftar HP Samsung yang Masih 'Dijatah' One UI 9
-
Bahas Darurat Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Panggil 4 Perguruan Tinggi Gelar Rapat Tertutup
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan