Suara.com - Sebuah video beredar di jejaring media sosial memperlihatkan keramaian pengendara sepeda motor yang membobol pagar.
Video itu diunggah oleh akun Instagram tante_rempong_officiall. Dalam video tersebut, terlihat suasana jalanan itu sangat macet.
Berdasarkan akun tersebut, aksi itu dilakukan lantaran warga tidak ingin dites swab antigen secara massal.
Mereka akhirnya mencari jalan pintas untuk lolos dari tes swab antigen secara massal itu.
Unggahan tersebut menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi di Jembatan Suramadu, Jawa Timur.
Para pengendara sepeda motor itu mencoba menghindari tes swab antigen yang diselenggarakan secara massal.
Mereka mencari jalan tikus untuk menghindari tes swab antigen tersebut.
Warga berbondong-bondong putar balik melewati jalan tikus sampai harus menjebol pagar sisi kiri Jembatan Suramadu arah Surabaya.
Diketahui, tes swab antigen secara massal itu dilakukan pada Minggu (6/6/2021).
Baca Juga: Kisah Gadis Cantik Berikan Surprise Motor Sport ke Ayahnya, Ekspresinya Tak Terduga
Hal itu membuat antrean panjang para pengendara motor dan mobil yang hendak menuju Surabaya.
Dalam tayangan tersebut, seorang pria yang merekam kejadian itu histeris ketika melihat warga melewati jalan tikus sampai harus menjebol pagar.
"Demi los tes swab a jebol. A jebol ring, aman… aman…," ujarnya, dikutip Suara.com.
Video berdurasi singkat itu pun menjadi perhatian warganet. Mereka ikut mengomentari soal aksi warga yang menolak dites swab antigen.
"Nggak kaget sama mereka," balas warganet.
"Aneh warganya, duh semoga pada sadar deh otaknya," komentar warganet.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Ojol Jadi Korban Begal Penumpangnya Sendiri, Motor Raib dan Uang Rp 900 Ribu Hilang
-
Pilu! Sopir Ojek Online Dibegal Penumpang, Motor dan Uang Ratusan Ribu Raib
-
Tak Ada Jembatan, Mempelai Wanita Diarak Warga Seberangi Sungai Naik Perahu, Ditarik Tali
-
Haru! Kisah Mbah Zaenab Pedagang Keliling, Harus Berdagang Meski Idap Tumor
-
Pengantin Wanita Datang Bulan di Hari Pernikahan, Suami Mendadak Ngambek di Pelaminan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
-
KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi
-
Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!