- KPK memeriksa tujuh pejabat Kabupaten Cilacap pada 15 April 2026 terkait dugaan pemerasan oleh Bupati Syamsul Auliya Rachman.
- Pemeriksaan tersebut mendalami peran tersangka dalam upaya pengumpulan dana THR Forkopimda sebesar Rp750 juta dari lingkungan Pemkab.
- Kasus bermula dari OTT pada 13 Maret 2026 yang menetapkan Bupati dan Sekretaris Daerah Cilacap sebagai tersangka korupsi.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran dugaan pemerasan terkait permintaan tunjangan hari raya (THR) untuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cilacap. Pada 15 April 2026, lembaga antirasuah memeriksa tujuh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap sebagai saksi.
Para saksi yang diperiksa terdiri dari empat kepala dinas, dua kepala badan, serta Direktur RSUD Majenang. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran dan pengetahuan mereka dalam perkara yang menjerat Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman.
"Seluruh saksi hadir, dan didalami dugaan pemerasan oleh Bupati," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Kamis.
Adapun pejabat yang diperiksa yakni Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Cilacap Farid Riyanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Cilacap Hamzah Syafroedin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Cilacap Heru Kurniawan, serta Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Cilacap Oktriviyanto Subekti.
Selain itu, KPK juga memeriksa Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Cilacap Imam Jauhari, Kepala Badan Pendapatan Daerah Cilacap Luhur Satrio, dan Direktur RSUD Majenang Eva Kordiana Surojo.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 13 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap Syamsul Auliya bersama 26 orang lainnya dan menyita uang tunai dalam rupiah.
Sehari setelah OTT, KPK menetapkan Syamsul Auliya dan Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardoo sebagai tersangka dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Cilacap untuk tahun anggaran 2025–2026.
Dalam konstruksi perkara KPK, Syamsul diduga menargetkan pungutan sebesar Rp750 juta. Dari jumlah itu, Rp515 juta disebut akan dialokasikan untuk THR Forkopimda Kabupaten Cilacap, sedangkan sisanya diduga untuk kepentingan pribadi. Namun, sebelum terjaring OTT, uang yang telah terkumpul baru mencapai Rp610 juta.
Baca Juga: Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
Berita Terkait
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
-
Peran Jatmiko Dikuliti KPK, DPRD yang Diduga Terlibat Kasus Pemerasan Bupati Tulungagung
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Orang Dekat Donald Trump Bongkar Kelicikan Israel di Balik Perang AS - Iran
-
Hadir Hingga Pelosok Negeri, Mantri BRI Bantu Wujudkan Harapan dan Kemandirian Keluarga
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Ditanya soal Komisaris PTPP Aisyah Zakkiyah Keponakannya, Menteri PU Kesal: Lu Pikir Sendiri Lah!
-
Dedikasi Tanpa Batas, Mantri BRI Jadi Penggerak Pemberdayaan Ekonomi di Sumatera Utara
-
Argentina Terancam Sanksi FIFA Jelang Final Piala Dunia 2026, Spanduk Malvinas Jadi Sorotan
-
Hadir di Gaya Hidup Masyarakat, BTN Kolaborasi dengan Burger Bangor
-
Dari Desa ke Desa, Mantri BRI Hadir Membuka Akses Keuangan dan Mengubah Kehidupan Warga
-
5 Rekomendasi Serum Jerawat Lokal, Lengkap dengan Review Jujur Pembeli
-
Klarifikasi Menteri Dody Terkait Ratusan ASN Kementerian PU Kena Mutasi Massal