Suara.com - Aksi wanita pedagang kain menawarkan sebuah kain kepada wisatawan bule tengah menjadi sorotan. Sebab, dirinya mendadak tersipu malu setelah berusaha menawarkan dagangan dengan bahasa Inggris.
Bukan tanpa alasan, pedagang kain tersebut langsung malu-malu karena wisatawan bule itu ternyata malah menimpali dengan bahasa Indonesia.
Rekaman momen yang langsung viral di media sosial TikTok tersebut dibagikan oleh pemilik akun TikTok @londokampung.official, Rabu (9/6/2021).
"Bule tapi lokal," ungkapnya seperti dikutip Suara.com.
Dalam video, terlihat suasana sebuah tempat wisata yang tak terlalu dipadati orang-orang. Tampak di sana seorang wanita yang menawarkan dagangan kain adat.
Wanita pedagang kain tersebut menawarkan kain jualannya kepada pria berpenampilan bule yang kala itu mengenakan kaus bewarna oranye.
Tidak terlalu jelas suara wanita pedagang kain tersebut. Namun, dalam video dilampirkan transkip pembicaraannya saat menawarkan kain.
Dalam keterangan tersebut, dijelaskan bahwa sang pedagang kain mengaku akan memberikan harga lokal karena seharian belum ada yang beli.
"Aku kasih harga lokal temanku. Aku kasih murah karena seharian nggak ada yang beli. Ini alami, kerajinan tangan," ucapnya.
Baca Juga: Viral Istri Buka Amplop Gaji Suami yang Guru, Jumlahnya Bikin Nyesek
Setelah perjuangan panjang menawarkan dagangan dengan bahasa Inggris, ternyata sang bule menjawab menggunakan bahasa Indonesia.
"Apa artinya mbak," kata bule itu.
Mimik wajah pedagang kain tersebut langsung berubah. Dia terlihat tersenyum malu setelah bule berbicara dengan bahasa Inggris.
Meski begitu, wanita tersebut tetap menjelaskan soal barang dagangan, termasuk keunggulan dan bahan material kain.
"Tak kira bule," ujar wanita pedagang kain tersebut.
Meski tersipu malu karena dijawab dengan bahasa Indonesia, namun wanita pedagang kain tersebut dipuji-puji karena kemampuan berbicaranya dalam bahasa Inggris dinilai baik.
"Pintar banget bahasa Inggrisnya. Dia gak berbicara tanpa berbelit-belit. Aku harap bisa seperti itu," kata Per******
"Yang sekolah sampai kuliah belum tentu pandai bahasa Inggris," timpal Zakaria.
"Capek belajar buah bahasa Inggris buat jualan ke bule, eh bulenya ngomong Jawa," sambung Aji******.
"Ketika gue lihat video ini, kok bukan ibunya yang malu, kenapa gue yang malu, rupanya gue gak bisa bahasa Inggris," timpal Dar*********.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!