Suara.com - Sebanyak 1.493 desa adat di Provinsi Bali bersiap menyongsong dibukanya kembali 'keran' pariwisata mancanegara atau open border yang diperkirakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2021.
"Kita songsong Bali Open Border terealisasi Juli atau Agustus yang dicanangkan Pemerintah. Bali kembali dibuka untuk pariwisata domestik atau mancanegara," kata Bendesa Agung Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, dalam acara Sosialisasi Bali Bangkit yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan secara virtual, Jumat (11/6/2021).
Putra Sukahet mengatakan penduduk desa adat Bali secara keseluruhan berjumlah 1.493 desa menyatakan siap mendukung program Bali Bangkit dan ikut berjuang dalam gerakan Satuan Tugas Covid-19 secara gotong royong bersama pemerintah daerah. "Kami selalu siap ikut arahan dan peraturan melalui desa adat," ujarnya.
Menurutnya, dalam dua bulan terakhir kasus Covid-19 di Bali menurun dengan rata-rata kasus harian di bawah 50 kasus dan angka kematian yang juga semakin menurun.
"Ini menggembirakan. Namun semakin menurunnya kasusnya di Bali jangan menjadikan kita jumawa mengendorkan upaya kita. Semakin menurun kasus di Bali seharusnya menjadikan kita lebih optimistis berusaha dan disiplin agar Bali segera terbebas dari Covid-19 sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa," tuturnya.
Putra Sukahet mengatakan Bali Open Border akan sangat bergantung pada kesiapan masyarakat setempat untuk memastikan angka kasus ditekan hingga titik terendah. "Vaksinasi juga digalakkan minimal mencapai 70 persen," katanya.
"Bali Bangkit adalah kalimat untuk jadikan motivasi kita semua bangkit berupaya dan berjuang kendalikan Covid-19 ini. Bali Bangkit bagai impian kita jadikan kenyataan. Masyarakat Bali sungguh terpukul dengan pandemi," tambahnya.
Pria yang menjadi pemimpin desa adat Bali itu mengatakan ekonomi masyarakat setempat sangat bergantung pada sektor pariwisata.
Sejak pandemi melanda, terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada 2020 hingga minus 83,26 persen dan pada tahun yang sama pertumbuhan ekonomi Bali minus 9,31 persen. Angka itu merupakan pencapaian terendah secara nasional.
Baca Juga: Selain PPnBM dari Pemerintah Pusat, Provinsi Bali Terapkan Diskon Tunggakan Pajak
"Ini tergantung kita. Kalau kita semua semakin taat dan disiplin pada prokes maka kita optimistis Bali Open Border bisa terwujud. Tapi kalau lalai, bisa jadi kita gagal," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Bawa Misi Zero Tolerance Korupsi
-
Review Ghost Buzzer: Horor Keluarga yang Nyaris Punah di Indonesia
-
5 Tips Menata Pintu Utama Rumah Sesuai Feng Shui dan Meningkatkan Energi Positif
-
Peran Guru Tak Lagi Sekadar Mengajar, Kini Ikut Bentuk Kebiasaan Finansial Siswa
-
Cushion OMG untuk Kulit Sawo Matang Shade Berapa? Ini Rekomendasinya Menurut Review
-
5 Langkah Mudah Merawat Jam Tangan Stainless Steel, Biar Tetap Kinclong
-
Daftar Harga Sewa iPhone di Jogja: Mulai Rp110 Ribu, Bisa Bikin Konten Estetik Seharian
-
Unik! Siswa Baru SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Diajak Jajal Golf, MPLS Sekaligus Jaring Bibit Unggul
-
5 Aplikasi Cek Kulit Gratis, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya Sesuai Jenis Kulit
-
Polisi Telusuri Penyalahgunaan BBM Subsidi di Rohil, Ungkap Modusnya