Suara.com - Sebanyak 5.453 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
Koordinator RS Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, angka itu merupakan jumlah tertinggi dibanding tahun 2020, saat awal Covid-19 melanda Tanah Air.
“Dari data laporan, kami merawat pasien sejumlah 5.453 orang. Saya kira ini melebihi dari hunian saat tertinggi, juga grafik tertinggi, pada Januari maupun di September tahun lalu (2020),” katanya saat konperensi pers di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2021).
Dia kemudian memaparkan, pada Januari 2020 lalu jumlah pasien yang menjalani rawat inap hanya 5.036 orang, sementara September 2020, 5.083 pasien.
“Jadi memang ini adalah suatu peningkatan dari jumlah kasus yang khusus di DKI Jakarta karena kita merawat DKI dan sekitarnya,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kelebihan kapasitas, RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran menambah jumlah tempat tidur. Sebelumnya hanya tersedia 5.994 tempat tidur, kini menjadi 7.394 tempat tidur.
“Kami juga meningkatkan kapasitas tempat tidur yang ada, dari 5.994 kami tingkatkan menjadi 7.394 saat ini. Sehingga kapasitas hunian atau proporsi hunian saat ini adalah 73,75 persen. Saya kira itu betul-betul upaya kami dalam mengantisipasi lonjakan,” ucapnya.
Diketahui, berdasarkan data yang disampaikan dalam beberapa waktu terakhir ini jumlah pasien Covid-19 yang masuk ke RS Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran mengalami pelonjakan.
Dalam seminggu ini, setiap harinya terjadi pelonjakan di atas 300 pasien Covid-19 yang masuk. Sementara itu, pada hari ini, Selasa (15/6/2021) terjadi penambahan pasien Covid-19 sebanyak 425 orang.
Baca Juga: Bila Seminggu Tak Melandai, Pihak Wisma Atlet Minta Anies Berlakukan PSBB Ketat
Sehingga total keseluruhan pasien yang menjalani rawat inap sebanyak 5.453. Keseluruhan pasien menghuni tower 4, 5, 6, dan 7.
Untuk rekapitulasi pasien sejak 23 Maret 2020 hingga 15 Juni 2021 sebanyak 92.278 pasien terdaftar. Dimana 86.825 pasien telah keluar dengan rincian 85.815 dinyatakan sembuh, 918 dirujuk ke RS lain, dan 92 orang meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri
-
Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama
-
Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!
-
Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'
-
Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal
-
Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha
-
Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu
-
Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat
-
'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah
-
Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan