Suara.com - Lebah pembunuh pertama yang ditemukan di Amerika Serikat tahun ini juga telah ditemukan di utara Seattle, negara bagian Washington.
Menyadur Sky News Kamis (17/6/2021) lebah raksasa Asia yang ditemukan di Snohomish County itu diduga tidak terkait dengan temuan di Kanada dan Whatcom County pada 2019 dan 2020.
Serangga ini memiliki panjang sekitar 5 cm, berasal dari Asia, dan sangat berbahaya bagi lebah madu yang biasa diternak petani.
Lebah tersebut diduga mampu menghancurkan sarang lebah madu hanya dalam hitungan jam dan memenggal kepala lebah yang lebih kecil.
Mereka biasanya tidak menyerang manusia tetapi sengatannya menyakitkan dan jika terjadi berulang dapat melenyapkan nyawa seseorang.
Lebah pembunuh tersebut bisa sampai di Amerika Serikat diduga menyelundup di kapal kargo yang berlayar dari berbagai penjuru dunia.
"Penumpang adalah efek samping dari semua perdagangan yang kita lakukan secara global." jelas Sven Spichiger, ahli entomologi di departemen pertanian negara bagian Washington.
Lebah tersebut ditemukan pada 4 Juni, dan dikumpulkan empat hari kemudian oleh ahli entomologi yang menyimpulkan jika serangga itu adalah lebah jantan raksasa Asia.
Saat ditemukan kondisi lebah-lebah itu sangat kering dan para ahli mengatakan mereka mungkin dari musim sebelumnya.
Baca Juga: Turunan Ford Bronco Legendaris Mulai Mengalir di Amerika Serikat
Dr Osama El-Lissy, wakil administrator untuk program karantina Departemen Pertanian AS, mengatakan: "Temuan ini membingungkan karena terlalu dini bagi lebah jantan untuk muncul.
"Laporan baru ini terus menggarisbawahi betapa pentingnya pelaporan publik untuk semua spesies yang dicurigai invasif, tetapi terutama lebah raksasa Asia."
Spichiger menjelaskan jika pihaknya akan memasang perangkap di daerah dan mendorong warga untuk menjebak lebah itu di kabupaten Snohomish dan King.
"Semua ini tidak akan terjadi tanpa warga yang waspada meluangkan waktu untuk mengambil foto dan mengirimkan laporan." ujar Spichiger.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!