Suara.com - Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) menggelar diskusi yang dikemas dalam Webinar Nasional bertajuk “Paradigma Pemerintahan Daerah dalam Pelayanan Publik”.
"Kegiatan diharapkan dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi peningkatan kualitas pelayanan publik pada birokrasi pemerintahan daerah," tutur Bahtiar yang juga Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Pol & PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, (20/6/2021).
Acara itu dibuka langsung Ketua Umum MIPI Bahtiar Baharuddin, dan diisi oleh James R. Pualilin yang merupakan Wakil Sekjen Pengurus Pusat MIPI periode 2016-2021 sekaligus Ketua Prodi S1 Manajemen Pembangunan IPDN.
Acara yang dipandu dan dimoderatori oleh Ramadiah Arifah itu juga menghadirkan Dosen IPDN Kampus Jakarta, Ahmad Averus yang bertindak sebagai penanggap.
Sementara itu, Wakil Sekjen Pengurus Pusat Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Periode 2016-2021, James R Pualillin memaparkan, struktur birokrasi akan memberikan pengaruh pada kualitas pelayanan. Apalagi, struktur yang cenderung gemuk dapat membuat kualitas pelayanan dan cara bekerjanya akan sangat lamban.
“Karena mekanisme koordinasinya juga akan sangat susah. Kemudian mensinergikan antara organisasi yang saling berhimpitan kinerjanya juga akan sulit untuk menemukan titik temunya,” papar James Pualillin.
Tak hanya itu, Ketua Prodi S1 Manajemen Pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini mengatakan, masalah kelemahan yang dialami birokrasi saat ini adalah masalah skill.
“Hari ini kita membutuhkan adalah birokrasi yang bukan sekadar terjebak dengan struktur jabatan dan kepangkatan tetapi bagaimana kita membutuhkan birokrasi yang mampu memiliki keahlian dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.
Namun sayang, pada prakteknya, kita sering menempatkan seseorang itu selalu mempertimbangkan karena faktor kepangkatan dan terkadang kita mengabaikan skill dan kompetensi.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Resmikan Mall Pelayanan Publik di Salatiga
“Namun hal ini bukan berarti saya ingin mengatakan bahwa kepangkatan tidak penting tetapi maksud saya adalah harus ada mix atau mengawinkan syarat-syarat kepangkatan seseorang pejabat dengan kualifikasi seseorang,” katanya.
Menurutnya, ini menjadi tantangan bersama dalam konteks reformasi birokrasi yang tentu outputnya adalah bagaimana meningkatkan penataan pelayanan publik ke depan.
Pada kesempatan tersebut, James juga sangat mendukung upaya Presiden Jokowi yang berusaha memudahkan dan mengefisiensikan layanan publik dengan memotong mata rantai birokrasi yang sangat panjang.
Menurutnya, kinerja pelayanan itu harus mampu membuat masyarakat kita memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap sebuah pelayanan publik
Ia pun menyontohkan bagaimana pelayanan pembuatan KTP baru atau penggantian KTP lama karena rusak yang dapat diproses dalam waktu yang cepat. Hal sederhana ini, dapat meningkatkan kepuasan masyarakat.
“Jadi selama kita puas sebagai warga negara menerima layanan ya jadi hubungan antara pemerintah selaku pemberi layanan bisa dipenuhi dengan cara-cara mudah dan efisien,” kata James.
Berita Terkait
-
Finalis Top 99, Inovasi DPMPTSP Wakili Sulsel Bersama 10 Daerah Lain
-
Pembangunan MPP di Pontianak Terhambat, Pemkot Cari Suntikan Dana
-
Wagub Banten Wanti-wanti Pejabat, Pelayanan Publik Harus Bebas Pungli
-
Aktivitas PNS DKI Jakarta Usai Libur Hari Raya Idul Fitri
-
Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Bobby Sidak Dua Kantor Pelayanan Publik
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana